Surabaya Dikepung Banjir Risma Masih Dicari-cari

Nasional | rm.id | Published at Minggu, 09 Januari 2022 - 07:27
Surabaya Dikepung Banjir Risma Masih Dicari-cari

Kota Surabaya kembali dikepung banjir, Jumat lalu. Ini adalah banjir kedua yang terjadi hanya dalam waktu sepekan. Akhir Desember lalu, Kota Pahlawan itu juga terendam banjir setelah hujan deras turun dalam beberapa jam. Melihat banjir yang belum hilang, warganet pun mencari-cari eks Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini alias Risma.

Banjir masih jadi persoalan yang belum terselesaikan di Kota Surabaya. Hujan deras yang turun dalam beberapa jam, sudah bisa menyebabkan banjir. Seperti yang terjadi pada Jumat lalu. Hujan deras yang turun pada sore hari menyebabkan banjir di sejumlah lokasi.

Menurut catatan Pemerintah Kota Surabaya, ada 40 titik yang terendama banjir. Paling parah dan sering terjadi adalah di Jalan Basuki Rahmat, Jalan Kertajaya, Jalan Dharmawangsa, dan Jalan Panglima Sudirman. Akibatnya arus lalu lintas macet parah.

Selain Kertajaya, banjir juga meredam Jalan Pucang Anom Timur, Jalan Prof Mayjend Dr Moestopo, Jalan Gubeng Masjid, Jalan Residen Sudirman, Jalan Dharmahusada, Jalan Airlangga, Jalan Karang Menjangan. Tak hanya itu saja, hujan deras kali ini juga menyebabkan banjir di Jalan Sedap Malam dan Jalan Jimerto, kedua jalan itu merupakan kawasan instansi atau perkantoran di lingkup Pemkot Surabaya.

Mengetahui banjir kembali menggenang, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi turun langsung ke jalan. Dengan setelan kemeja putih, celana hitam, dan sepatu kets Eri basah kuyup menyusuri Jalan Darmawangsa. Ia memberi arahan kepada anak buahnya untuk membersihkan saluran air yang tersumbat.

Sambil hujan-hujanan, Eri membantu petugas mengatur lalu lintas. Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Kota (Bappeko) di era Risma itu juga tak segan meminta maaf.

Kemarin, Eri kembali menyampaikan permohonan maaf kepada warga Surabaya. Kata dia, dari hasil evaluasi ada beberapa hal yang menjadi penyebab banjir. Seperti kurangnya kapasitas pompa air dan brandgang yang tidak maksimal.

Selain itu, ada endapan cukup tinggi di gorong-gorong di bawah pedestrian jalan. Eri berjanji di 2022 ini permasalahan banjir bisa diselesaikan.

Saya atas nama pribadi Wali Kota Surabaya, mohon maaf betul kepada warga yang masih kebanjiran. Saya baru action , karena anggaran 2022 baru, kata Eri, di balaikota, kemarin.

Kabar banjir dari Surabaya ini jadi perhatian warganet. Sebagian pegiat media sosial membagikan video saat Eri hujan-hujanan mengatur lalu lintas saat banjir. Kata @ hendrosunar berbahagialah warga surabaya mendapatkan Wali Kota Eri Cahyadi sebagai titisan Ibu Risma. Ia langsung turun pasca hujan yang sebabkan banjir, ujarnya.

Sementara akun @ nkri_abadi menilai banjir di Surabaya adalah masalah peninggalan Bu Risma yang awet belum terselesaikan sampai sekarang. Namun menurut akun @ chefbamz menilai setelah ditinggal Bu Risma, drainase Surabaya makin parah. Ia menilai kepemimpinan Bu Risma lebih baik.

Hujan yang nggak begitu deras aja sudah banjir seperti ini. Mungkin pak wali yang baru lebih inten meninjau saluran. Semoga Surabaya makin lebih baik, ujarnya.

Akun @ tatasweety25 menyampaikan hal serupa. Kata dia, kadang curah hujan gak bisa ditebak. Surabaya untuk antisipasi banjir sudah dilakukan sejak era Risma. Tapi kalau sudah curah hujan tinggi siapapun pemimpinnya gak sanggup, ucapnya.

Sementara akun @ fahrulpupet membandingkan kondisi Surabaya dengan Jakarta. Di Jakarta curah hujannya juga tidak bisa ditebak tapi kalau banjir yang kena bully gubernurnya bukan curah hujannya, ungkapnya.

Anggota Komisi C DPRD Surabaya, William Wirakusuma mengatakan, penangnaan banjir bisa selesai kalau ada penanganan yang holistik. Mulai dari saluran, pompa serta penanganan wilayah pesisir. [BCG]

Artikel Asli