Kantongi Modal Rp 1 Triliun WIKA Realty Makin Siap Jadi Induk Holding Hotel

Nasional | rm.id | Published at Minggu, 09 Januari 2022 - 06:50
Kantongi Modal Rp 1 Triliun WIKA Realty Makin Siap Jadi Induk Holding Hotel

PT Wijaya Karya (WIKA) Realty memantapkan posisinya menjadi induk Holding Hotel BUMN (Badan Usaha Milik Negara) setelah mengantongi suntikan modal Rp 1 triliun.

Modalitu bersumber dari Induk WIKA Realty yakni PT Wijaya Karya (Persero) Tbk atau WIKA. Modal ini dikucurkan untuk memuluskan rencana pembentukan Holding Hotel BUMN .

Sekretaris Perusahaan WIKA Mahendra Vijaya menjelaskan, pemberian dana tersebut dilakukan dengan skema debt to equity swap alias utang yang dikonversi menjadi ekuitas.

WIKA Realty memiliki utang beserta bunga kepada induk Rp 4,5 triliun. Namun, nilai yang dianggap utang oleh WIKA hanya Rp 3,95 triliun.

Dan sebanyak Rp 1 triliun akan menjadi tambahan setoran modal melalui skema debt to equity swap , ucap Mahendra dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), yang dilansir pada Jumat (7/1).

Kemudian, nilai konversi saham yang ditentukan Rp 106 per lembar. Sedangkan nilai pasar saham WIKA Realty Rp 105 per lembar.

Dengan kata lain, nilai transaksi lebih tinggi 0,95 persen dari nilai pasar, namun masih dalam kisaran wajar. Penambahan modal itu sebagai instrumen investasi bagi perseroan. Dengan begitu, kontribusi laba dari WIKA Realty pada induk usaha semakin dalam. Laba yang dapat diterima WIKA pada 1 Mei 2021-31 Desember 2026 dengan penambahan modal ini bisa mencapai Rp 8,04 miliar.

WIKA juga berencana membawa tiga anak usahanya ke lantai bursa, salah satunya WIKA Realty. Anak usaha lainnya yakni WIKA Industri dan Konstruksi, serta WIKA Rekayasa Konstruksi. WIKA Realty akan menawarkan saham perdana dengan target raihan Rp 2 triliun pada 2023. Ini sebagai bagian dari penugasan untuk menjadi Holding Hotel BUMN, sebut Mahendra.

Sesuai amanat Pemerintah, WIKA Realty menjadi induk dari Holding Hotel BUMN. Di mana hal tersebut bertujuan mengintegrasikan dan meningkatkan bisnis hotel-hotel milik negara.

Untuk melaksanakan Holding BUMN, WIKA Realty selaku perusahaan pengendali telah mengakuisisi saham milik PT Patra Jasa di HIG (Hotel Indonesia Group) sebesar 49 persen. Di mana HIG, merupakan joint venture antara WIKA Realty dan PT Hotel Indonesia Natour (Persero) atau HIN.

Untuk diketahui, pelaksanaan Holding Hotel merupakan satu program untuk mendukung Rencana Jangka Panjang Perusahaan (RJPP) WIKA Realty, yang dilakukan untuk membuat sebaran pendapatan lebih merata antara recurring income (pertumbuhan pendapatan berulang) dan non-recurring income .

Mahendra bilang, hal ini akan tercermin di laporan keuangan WIKA Konsolidasi. Pembentukan Holding Hotel juga diyakini menjadi stimulus diversifikasi kegiatan usaha dan fokus WIKA Realty kepada pasar recurring income.

WIKA Realty akan menjadi perusahaan yang mengintegrasikan hotel-hotel BUMN menjadi nilai tambah di manajemen bidang perhotelan, ucap dia.

Operatorship Hotel BUMN

Terpisah, Direktur Utama HIN Iswandi Said menjelaskan, saat ini HIN tergabung dalam dua holding yang saling mendukung. Yakni Holding Hotel BUMN dan Holding Pariwisata dan Pendukung ( INJourney ).

Dalam penyelenggaran Holding Hotel, juga dibagi menjadi dua bagian. Yakni holding dari sisi kepemilikan ( ownership ) dan sisi operator ( operatorship ). Dalam hal ownership, aset hotel akan dikumpulkan kepada WIKA Realty. Termasuk 11 hotel milik HIN, dan beberapa hotel milik BUMN lainnya yang diserahkan ke WIKA Realty.

Sebagai kompensasi penyerahan 11 unit hotel milik HIN kepada WIKA Realty, HIN kini memiliki saham di WIKA Realty sebanyak 26 persen, jelas Iswandi kepada Rakyat Merdeka kemarin.

Artinya, imbuh Iswandi, WIKA Realty tidak hanya dimiliki oleh WIKA saja selaku induk usaha, melainkan juga ada saham HIN dan juga saham BUMN lain, yang kepemilikan hotelnya ingin diganti dengan saham di WIKA Realty.

Sedangkan dari sisi operatorship, akan dilakukan oleh HIG. Di mana mayoritas kepemilikan HIG dimiliki oleh HIN dengan porsi 51 persen. Dan 49 persennya dikantongi WIKA Realty.

Saat ini operatorship Holding Hotel BUMN ini sudah melakukan branding beberapa merek hotel BUMN yang tergabung. Total ada sekitar 27 hotel yang telah digabung kepemilikannya ke WIKA Realty.

Iswandi membeberkan, dari 27 hotel milik BUMN ini, pihaknya akan melaksanakan pengelolaan dan pengembangan total sebanyak 123 jaringan hotel dari 27 hotel tersebut.

Namun saat ini baru ada 50 jaringan hotel. Sisanya karena masih menunggu penyelesaian kerja sama hotel-hotel tersebut dengan jaringan pengelola hotel swasta, aku Iswandi.

Untuk itu, peran HIN dalam Holding Hotel BUMN ini tetap sebagai operator melalui HIG, layaknya jaringan Accor yang ada saat ini.

Pengamat BUMN dari Universitas Indonesia (UI) Toto Pranoto mengatakan, komitmen WIKA kepada anak usahanya, kian memperjelas peran WIKA Realty dalam Holding.

Kejelasan peran ini, membuat HIN dan WIKA Realty akan bisa lebih optimal dalam mengembangkan industri hotel BUMN dalam Holding Hotel, katanya kepada Rakyat Merdeka , kemarin.

Toto melihat, pengembangan Holding Hotel menjadi salah satu upaya dalam pemulihan ekonomi dalam sektor pariwisata.

Menurutnya, WIKA Realty memiliki pengalaman mengelola hotel dalam beberapa tahun terakhir. Itu mengapa, Holding Hotel ini menjadikan WIKA Realty sebagai induk holding dari sisi ownership.

Sementara HIN, memiliki pengalaman operasional yang lebih panjang dalam bisnis hotel tersebut. Selain itu, HIN juga memiliki grup hotel yang berada di beberapa lokasi strategis. Sehingga HIN dapat fokus sebagai operator pengelola semua hotel yang dimiliki holding tersebut.

Dengan pembagian peran yang jelas, maka Holding Hotel ini diharapkan bisa menciptakan value creation . Terutama strategi yang tepat supaya bisa bertahan di era pandemi, dan berkembang di era pasca pandemi nanti, ujar Toto. [DWI]

Artikel Asli