Kasus Covid-19 Merangkak Naik Pemerintah Sudah Siapkan Faskes Serta Obat-obatan

Nasional | rm.id | Published at Minggu, 09 Januari 2022 - 06:25
Kasus Covid-19 Merangkak Naik Pemerintah Sudah Siapkan Faskes Serta Obat-obatan

Kasus Covid di Tanah Air merangkak naik. Pemerintah langsung melakukan antisipasi. Menyiapkan rumah sakit, fasilitas kesehatan (faskes) hingga obat-obatan.

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung (P2PML) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Siti Nadia Tarmizi mengatakan, Pemerintah terus berbenah dan siaga mengantisipasi lonjakan Covid-19. Terutama, lonjakan kasus akibat penyebaran varian Omicron.

Kalau kesiapan faskes, tentunya kita antisipasi dengan penambahan oksigen generator, ventilator, obat-obatan termasuk Molnupiravir dan Paxlovid, beber Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 ini.

Menurut Nadia, obat Molnupiravir akan digunakan jika terjadi lonjakan kasus Covid- 19. Molnupiravir diklaim ampuh mengurangi perburukan kondisi kesehatan pasien yang terpapar Covid-19. Obat buatan perusahaan Mercks tersebut sudah tiba di Indonesia pada 3 Januari lalu.

Kalau sampai sejumlah itu (387 ribu kasus) per hari rasanya tidak. Perkiraan kami maksimum sekitar 20 ribu hingga 25 ribu, kata dia.

Sebelumnya, Institute for Health Metrics and Evaluation (IHME) memprediksi, penambahan kasus harian Covid-19 di Indonesia bisa tembus 387.850 per hari pada 1 April 2022. Peningkatan itu dipicu oleh kasus Omicron yang juga diprediksi akan bertambah dengan cepat.

Lebih lanjut, Nadia meminta masyarakat tetap disiplin menjalankan protokol kesehatan, yakni memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menjauhi kerumunan dan mengurangi mobilitas (5M). Dengan disiplin prokes, diharapkan lonjakan kasus Covid-19 tidak terjadi.

Saat ini yang utama adalah mencegah, jangan sampai hal tersebut terjadi, ujar Nadia.

Selain itu, lanjut Nadia, Pemerintah juga melakukan sejumlah upaya antisipasi. Seperti, pengetatan pintu masuk, memastikan penggunaan aplikasi PeduliLindungi di tempat publik, penguatan tracing, testing , dan treatment , serta mempercepat vaksinasi.

Netizen mendukung langkah Pemerintah yang telah melakukan berbagai macam antisipasi menghadapi melonjaknya kasus Covid-19 usai libur Natal dan Tahun Baru. Bahkan, menurut @ tinpkel , Pemerintah telah siap menghadapi lonjakan kasus varian Omicron.

Kesiapan logistik berupa Alat Pelindung Diri (APD) dan obat-obatan cukup untuk tiga bulan ke depan. Selain itu, 1.011 rumah sakit dan 82.168 tempat tidur untuk pasien Covid- 19, beber @ tinpkel .

Akun @ Chacha2788 menyambung. Dia bilang pengetatan untuk pasien umum sudah mulai dilakukan di sejumlah rumah sakit yang menjadi rujukan pasien Covid-19. Hal ini dilakukan untuk persiapan menghadapi kemungkinan lonjakan gelombang Omicron.

Waspada dan hati-hati. Dalam kurun waktu 5 hari terakhir ini jumlah kasus aktif di Indonesia terus naik dari 4 ribuan menjadi 5 ribuan kasus per hari, ujar @ MurtadhaOne1 .

Meningkat terus. Ini sudah tanda-tanda bakal meningkat lagi. Siap-siap gelombang ketiga, timpal @ Bago_tobu .

Senada dilontarkan @ Asky_Steve . Dia mengatakan, kasus terinfeksi Covid-19 di Indonesia sudah mulai naik lagi. Dia mengingatkan, seluruh masyarakat tetap memakai masker dan menjaga prokes.

Saat ini warga DKI Jakarta yang masuk rumah sakit kembali mengalami peningkatan jumlah. Sebagian besar adalah pasien positif Covid-19 varian Omicron, baik kasus impor atau lokal, kata @ AlbertSolo2 .

Akun @ Slamet_Mulyono mengaku tidak kaget dengan kasus aktif Covid-19 terus merangkak naik. Dia menyesalkan masyarakat terlalu euforia dengan landainya Covid-19, sehingga semua kegiatan masyarakat dibuka. Kemudian, aplikasi PeduliLindungi hanya berdiri di pintu-pintu kesepian. Penyesalan memang selalu di belakang, kata dia.

Sementara, @ totud menanggapi dengan santai kasus aktif Covid yang merangkak belakangan ini. Sebab, hal ini tidak berbanding dengan kenaikan ICU dan ruang rawat inap di rumah sakit. Hal ini terjadi karena sudah mulai banyak yang divaksin dan kekebalan alami.

Varian Omicron tidak lebih berbahaya dibanding Delta, karena cenderung gejala ringan seperti flu biasa, katanya.

Akun @ drpriono1 juga menilai, prediksi tersebut berdasarkan asumsi dan belum tentu akurat karena tidak memasukkan semua parameter yang spesifik Indonesia.

Yakin 99 persen tidak akurat. Maret, apalagi April 2022, itu sudah lewat puncak kasus Omicron di Indonesia, timpal @ mharisman . [TIF]

Artikel Asli