Anggaran Sudah Besar, Banjir Surabaya Butuh Penanganan Holistik

Nasional | jawapos | Published at Minggu, 09 Januari 2022 - 06:09
Anggaran Sudah Besar, Banjir Surabaya Butuh Penanganan Holistik

JawaPos.com Hujan mengguyur Surabaya pada Jumat (7/1) sore hingga malam hari memicu genangan di beberapa jalanan Kota Surabaya.

Wakil Ketua Komisi C DPRD Kota Surabaya Aning Rahmawati memberikan catatan terkait kondisi tersebut. Dia mengatakan, penanganan sesaat yang reaktif saat hujan dan banjir tidak akan berdampak banyak.

Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu menyatakan, hampir di seluruh rayon masih banyak PR genangan. Semuanya butuh penanganan serta solusi yang tepat.

Lulusan Teknik lingkungan ITS itu menambahkan, ada banyak rayon pengendalian banjir yang menangani drainase kota. Setiap rayon mempunyai lebih dari 10 titik rawan genangan. Berdasar data yang dihimpun, titik rawan genangan masih diangka 118 titik.

Jumlah titik genangan itu fantastis. Menurut Aning, penanganan dan pengendalian banjir memerlukan biaya yang sangat besar ( high cost ). Setiap tahun, saat mengesahkan anggaran, baik di komisi atau saat di Badan Anggaran (Banggar) angka yang disahkan untuk pengendalian banjir hampir Rp 500 miliar. Jumlah itu diperkirakan 50 hingga 60 persen dari keseluruhan anggaran Dinas Sumber Daya Air, yang dulu Dinas PU Bina Marga Pematusan (DPUBMP).

Anggaran yang luar biasa besar jika dilihat secara umum. Namun, jika dibandingkan dengan anggaran total untuk bisa nol banjir mungkin baru bisa selesai puluhan tahun mungkin tidak ada apa-apanya, terang Aning.

Anggota Banggar itu menegaskan, tanpa penanganan yang serius dari pemkot, anggaran yang besar setiap tahun hanya rutinitas gedok anggaran. Dan, lanjut Aning, bakal menyisakan masalah banjir yang tidak pernah putus.

Saya mengapresiasi langkah Pak Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi yang ikut turun ke lapangan, jelas Aning Rahmawati.

Dia menambahkan, ada beberapa langkah taktis yang bisa menjadi alternatif penanganan dalam waktu dekat. Di antaranya, memetakan 118 titik rawan genangan di semua rayon, skala prioritas evaluasi penanganan di titik yang paling tinggi dan lama genangan, hingga evaluasi total pada titik terpilih baik kesesuaian dengan SDMP (Surabaya Drainage Master plan), maupun penggunaan sarana prasarana drainase semisal pompa dan juga koneksi saluran sesuai SDJT existing.

Di Surabaya, ada 48 SDJT yang perlu dievaluasi secara bertahap sehingga bisa ditentukan solusi presisi. Hasil evaluasi SDJT bisa jadi solusi berupa pembuatan kolam retensi beserta pintu airnya, penambahan kapasitas pompa, perubahan dimensi saluran, normalisasi, naturalisasi, atau pompa uang fungsinya mendorong bukan menarik.

Jumlah rayon ada lima, ucap Aning.

Terpisah, William Wirakusuma, anggota Komisi C DPRD mengatakan, Surabaya belum bisa dan tidak akan bisa menjadi kota nol banjir. Hal itu apabila tidak ada penanganan banjir secara holistik. Mulai dari saluran, pompa, serta penanganan wilayah pesisir.

Menurut politikus Partai Solidaritas Indonesia (PSI), penanganan saluran sudah termasuk baik dan dibersihkan secara rutin. Di sinilah warga bisa berperan serta menjaga agar Kota Surabaya tidak terendam, warga harus juga bekerja sama tidak membuang sampah di saluran air, tutur William Wirakusuma.

Tentang kapasitas maksimal pompa yang sudah terpasang, William menyarankan agar pemkot memanggil principal pompa yang digunakan. Supaya lebih memaksimalkan kapasitas pompa yang ada.

Artikel Asli