Vaksin Halal Covid-19 Harus Diprioritaskan, Pemuda Muhammadiyah: Tak Ada Lagi Alasan

Nasional | radartegal | Published at Minggu, 09 Januari 2022 - 05:20
Vaksin Halal Covid-19 Harus Diprioritaskan, Pemuda Muhammadiyah: Tak Ada Lagi Alasan

Vaksin Covid-19 halal dan haram terus menuaipro dan kontra di Tanah Air. Setelah MUI dan PBNU mendesak penggunaan vaksin Covid-19 berlabel halal, kini muncul dorongan serupa dari kalangan tokoh-tokoh muda di Indonesia.

Salah satunya disuarakanPengurus Pusat (PP) Pemuda Muhammadiyah. Bendahara Umum PP Pemuda Muhammadiyah, Zaedi Basiturrozak mengatakan organisasinyameminta pemerintah terus berupaya mendongkrak realisasi vaksinasi Covid-19 untuk meminimalisasi dan mencegah terjadinya penularan di masyarakat.

Dengan merangkul berbagai pihak yang ada baik institusi pemerintah maupun organisasi-organisasi masyarakat. Dalam pelaksanaannya terindikasi beberapa kendala terutama mencakup aspek kesadaran masyarakat dan tingkat keraguan warga terkait status kehalalan vaksin.

Namun demikian patut diperhatikan juga agar program vaksinasi bisa berjalan maksimal, perlu garansi kenyamanan menyangkut status halal vaksin, kata Zaedi kepada awak media di Jakarta, Sabtu, 8 Januari 2022.

Zaedi juga mengajak dan menghimbau pemerintah agar lebih memprioritaskan vaksin halal untuk masyarakat Indonesia mengingat bahwa 85 persen penduduk kita merupakan penganut agama Islam.

Saya sepakat dan mendorong pemerintah untuk segera melakukan verifikasi dan sertifikasi terhadap setiap produk vaksin yang akan masuk ke Indonesia, imbuh Zaedi.

Sebelumnya, Sekretaris Jenderal (Sekjen) Majelis Ulama Indonesia (MUI), Amirsyah Tambunan mengajak kepada seluruh umat islam di Indonesia untuk melaksanakan vaksinasi covid-19 menggunakan vaksin halal.

Amir mengatakan, setidaknya ada dua jenis vaksin Covid-19 yang sudah dinyatakan halal oleh MUI, diantaranya yaitu Sinovac dan Zifivac yang keduanya buatan China.

"Ada dua fatwa MUI yang berkaitan dengan vaksin, yaitu pertama vaksin yang disebut dengan Sinovac yang halal dan thoyib. Dan yang kedua adalah Fatwa Nomor 53 Tahun 2021 tentang Zivifak yang halal dan suci," ungkap Amirdikutip, Jumat (7/1).

Menurut Amir, penggunaan vaksin halal itu sesuai dengan perintah Allah dalam Al Quran surat Al Baqarah ayat 168.

"Saya mengajak untuk menggunakan vaksin yang halal dan thoyib. Semoga dengan melalui vaksin ini kita mampu menciptakan heard Immunity atau kekebalan kelompok," tegas Amir. (git/zul)

Artikel Asli