Ferdinand Oh Ferdinand, Bikin Bingung, Ngaku Mualaf Pas 2017, Eh Cuitan 2018 Ngaku Kristen, Ternyata

Nasional | wartaekonomi | Published at Minggu, 09 Januari 2022 - 01:10
Ferdinand Oh Ferdinand, Bikin Bingung, Ngaku Mualaf Pas 2017, Eh Cuitan 2018 Ngaku Kristen, Ternyata

Eks Politisi Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean yang tengah tersandung kasus dugaan SARA imbas dari tulisannya yang sebut 'Allahmu Lemah', terkini mengaku dirinya seorang mualaf.

Adapun sebelumnya Ferdinand telah dilaporkan kepolisi dan sudah sampai tahap penyidikan dan pemeriksaan saksi.

"Sesungguhnya saya kan sama dengan orang-orang Ansor adalah seorang muslim. Saya telah menjadi mualaf sejak 2017. Jadi tidak mungkin saya berbicara tentang sesuatu yang menyerang apa yang saya yakini, ujarnya yang dikutip dari Populis.id pada Minggu (9/1/2022).

Tak cukup sampai situ saja, pengakuannya ini seperti menjadi serangan balik untuknya. Bagaimana tidak, setelah mengaku mualaf kini cuitan yang diduga milik Ferdinand beredar di media sosial.

"Namanya Ferdinand Hutahaean. Partainya nomor urut 14. Umurnya 41. Caleg nomor urut 4. Menuju satu tekad sebagai Abdi rakyat. 1 (one) 4 (for) all. 14 untuk semua, tegakkan 4 pilar bangsa demi 1 tujuan Indonesia berdaulat," begitu isi cuitan yang beredar.

Tak hanya itu, cuitan itu juga melihatkan foto Ferdinand yang tertulis Batak dan Kristen.

Mengetahui hal tersebut, Ferdinand langsung menampik bahwa foto cuitan Twitter yang beredar pada 16 Oktober 2018 itu bukanlah tulisannya dan itu merupakan akun palsu.

"Itu bukan cuitan saya, itu akun palsu," kata Ferdinand kepada Populis.

Ia bahkan merasa lucu dengan adanya hal tersebut. Sebab, ketika dirinya mencalonkan diri sebagai anggota DPR dari Partai Demokrat itu ada di dapil Jawa Barat (Kab. Bogor).

"Bagaimana mungkin saya di dapil Bogor jualannya batak kristen? Siapa yang milih hahaha," ujarnya.

Mengingat kilas balik karier Ferdinand Hutahaean

Pria kelahiran 18 September 1977 di Sumatera Utara ini memiliki karier politik dan juga di bidang hukum.

Ferdinand pernah menjabat sebagai Kepala Divisi Advokasi dan Hukum Partai Demokrat periode 2015-2020.

Tahun 2019, ia mencalonkan diri sebagai anggota DPR dari Partai Demokrat dapil Jawa Barat V (Kab. Bogor).

Kemudian ia memutuskan hengkang dari partai berlambang mercy yang dinaungi Susilo Bambang Yudhoyono tersebut.

Ia juga pernah menjadi juru bicara pasangan capres-cawapres Prabowo-Sandi pada Pilpres 2019 silam.

Artikel Asli