Fenomena Aphelion, Bumi Berada di Posisi Terjauh dengan Matahari

Nasional | limapagi.id | Published at Kamis, 06 Januari 2022 - 14:15
Fenomena Aphelion, Bumi Berada di Posisi Terjauh dengan Matahari

LIMAPAGI - Posisi Bumi yang berjauhan dengan Matahari menyebabkan terjadinya Aphelion. Aphelion merupakan fenomena ketika Bumi berada dalam posisi terjauh dengan matahari.

Aphelion bisa terjadi karena Bumi mengorbit matahari dalam lintasan elips yang berbentuk oval, bukan lingkaran.

Dilansir dari situs Almanac, fenomena Aphelion terjadi karena orbit Bumi tidak berputar dengan sempurna melainkan berbentuk elips. Hal ini disebabkan karena posisi titik orbit Bumi berada terjauh dari Matahari.

Nama Aphelion berasal dari bahasa kuno yang berarti Apo berarti jauh dan Hellos berarti Matahari. Fenomena Aphelion 2022 akan terjadi di bulan Juli.

Mengutip dari Almanac, fenomena Aphelion terjadi setiap tahunnya. Fenomena Aphelion ini biasanya terjadi di musim panas di bagian Bumi sebelah utara. Tepatnya fenomena ini akan terjadi pada 4 Juli pukul 3:10 a.m EST.

Di 2022, Bumi akan berada pada jarak 94.509.598 mil dari Matahari di aphelion.

Dilansir dari situs Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), saat terjadinya fenomena Aphelion, diameter Matahari akan terlihat lebih kecil dari rata-rata, yaitu sekitar 15,73 menit busur atau berkurang 1,68 persen.

Selain itu, saat posisi Matahari di utara, terjadi tekanan udara di belahan utara yang lebih rendah dibandingkan belahan selatan yang mengalami musim dingin.

Namun, LAPAN menyebutkan bahwa posisi Bumi yang berada terjauh dari matahari tidak akan terpengaruh dari perubahan suhu maupun panas yang diterima Bumi. Panas dari Matahari akan terdistribusi ke seluruh Bumi, yang dipengaruhi oleh pola angin.

(Mutiya Rahmawati)

Artikel Asli