KONI DIJ Beri Apresiasi Terhadap Tiara

Nasional | radarjogja | Published at Kamis, 06 Januari 2022 - 13:51
KONI DIJ Beri Apresiasi Terhadap Tiara

RADAR JOGJA Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Daerah Istimewa Jogjakarta (DIJ) memberi apresiasi tinggi kepada karateka asal Kota Jogja, Tiara Sandi Almahyra atas prestasi yang ditorehkan di ajang Asia Karate-Do Federation (AKF) 2021. Seperti diketahui, pada ajang yang berlangsung di Almaty, Kazakstan 18-22 Desember 2021, Tiara menyabet medali perak di kelas cadet kumite +54 kg putri.

Berkat prestasinya itu, Tiara diundang oleh KONI DIJ dalam acara ramah tamah di kantor setempat kemarin pagi (5/12). Kegiatan tersebut juga dihadiri stakeholder terkait. Mulai orang tua atlet, Institut Karate-Do Nasional (Inkanas), Federasi Olah Raga Karate-Do Indonesia (Forki) Kota Jogja, Forki DIJ hingga KONI Kota Jogja.

Ketua Umum (Ketum) KONI DIJ Djoko Pekik Irianto dan jajaran pengurus bangga dan berterimakasih atas prestasi luar biasa yang didapat Tiara di ajang internasional tersebut. Kami akan terus mengawal agar prestasi Tiara bisa berlanjut di ajang lebih tinggi. Apalagi usianya masih muda baru 15 tahun, mau masuk 16 tahun, ujar Djoko Pekik.

Prestasi membanggakan tersebut menjadi modal berharga atlet DIJ bersaing di Pekan Olahraga Nasional (PON) Aceh-Sumatera Utara (Sumut) 2024 mendatang. Tidak hanya di tingkat nasional, Guru Besar Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK) UNY itu juga berharap ke depan Tiara bisa mewakili Indonesia di World Karate-Do Federation (WKF). Tentu dalam orientasi kedaerahan kami berharap bisa terus mengawal Tiara agar nanti lolos ke kualifikasi PON 2023. Harapan kami dia bisa jadi salah satu atlet andalan untuk bisa meraih medali di PON Aceh dan Sumut 2024, paparnya.

Sementara itu, Tiara berterimakasih atas apresiasi dan dukungan yang diberikan. Baik dari pelatih, perguruan, Forki Kota Jogja, Forki DIJ, KONI Kota Jogja, KONI DIJ, juga SMA N 4 Jogjakarta. Saya ucapkan terimakasih banyak karena tanpa support dan dukungan mereka, saya tidak akan bisa dapat juara di AKF, katanya.

Tiara menuturkan, tidak mudah untuk bisa bertanding di kejuaraan AKF. Bahkan, ia menyebut tantangannya cukup sulit. Mulai dari seleksi melalui Kejurnas Forki, hingga penyaringan atlet yang diambil hanya 10 orang saja. Jadi saya nggak nyangka bisa juara disana. Tantangan banget buat saya karena saat bertanding di Kazakstan pas memasuki musim salju, bebernya.

Lantas, negara mana yang menjadi kompetitor terkuat di AKF? Siswi kelas 1 SMAN 4 Jogjakarta tersebut menilai karateka asal Yordania, Naser Yara adalah lawan terberat. Di AKF itu sebenarnya saya sudah ketemu dengan dia di babak awal dan menang. Tapi saat ketemu lagi di final, saya kalah, ungkapnya. Mungkin karena saat itu cuacanya bersalju, jadi sangat dingin. Saya pemanasan, sebentar dingin lagi, pemanasan lagi dingin lagi, itu jadi kendala saya, tambah dia. (ard/bah)

Artikel Asli