Pertarungan di Film Ben & Jody, Perjuangan Antara Hidup dan Mati

Nasional | jawapos | Published at Kamis, 06 Januari 2022 - 13:41
Pertarungan di Film Ben & Jody, Perjuangan Antara Hidup dan Mati

JawaPos.com Selain sebagai pemain memerankan karakter antagonis utama, Yayan Ruhian juga dipercaya sebagai Fighting Choreographer dalam film Ben & Jody. Setiap gaya fighting dari masing-masing karakter dipastikannya berbeda sesuai dengan latar belakang mereka.

Yayan Ruhian mengatakan, karakter Ben (Chicco Jerikho) dan Jody (Rio Dewanto) yang berasal dari kota tentu saja gaya mereka berbeda ketika terlibat dalam suatu pertarungan dibandingkan dengan gaya fighting yang diperlihatkan oleh Rinjani (Hana P. Malasan) dan Tambora (Aghniny Haque), warga desa yang memang melestarikan budaya bela diri dalam tradisi kebudayaan mereka.

Tambora dan Rinjani lebih jago karena mereka sebagai warga desa dan pewaris dari orang tua bapaknya yang hilang. Itu betul betul mereka menjaga adat. Selain budaya dan makanan, salah satu budayanya yaitu bela diri, kata Yayan Rubian di bilangan Epicentrum Rasuna Said Jakarta Selatan Rabu (5/1).

Dia juga mengungkapkan, terlepas apapun gaya fighting dari masing-masing karakter, pertarungan yang terjadi di film Ben & Jody ini berlangsung sangat alot. Fightingnya betul-betul perjuangan hidup dan mati, katanya.

Selama dipercaya sebagai Fighting Choreographer di film ini, Yayan Ruhian memikirkan secara detail gayang fighting dari masing-masing karakter. Ia pun berdiskusi panjang dengan sang sutradara, Angga Dwimas Sasongko, untuk mematangkannya supaya lebih masuk akal dan menghibur para penonton saat tayang di bioskop.

Yayan Ruhian mengaku tidak menglami kendala berarti saat mengarahkan koreo dari setiap pemain. Selama kami bisa bekerja sama dengan seluruh departemen yang ada di film ini, kesulitan bisa diatasi, ungkapnya.

Film Ben & Jody ini berbeda dari film Filosofi Kopi 1 dan 2. Kali ini Angga Dwimas Sasonggo membawa petualangan baru Ben & Jody dalam isu krusial tentang penyerobotan tanah yang dibingkai dalam sebuah genre film action.

Angga Dwimas Sasongko mengatakan, film ini bisa dimengerti oleh para penonton meskipun tidak menonton seri film Filosofi Kopi sebelumnya.

Saya memiliki bayangan bagaimana Ben & Jody yang tadinya penjual kopi, dikembangkan menjadi adegan laga di sebuah desa di tengah hutan dibalut dengan genre action, papar Angga Dwimas Sasongko.

Artikel Asli