Jakarta PPKM Level 2, Aktivitas Wajib Sudah Vaksin Minimal Dosis 1

Nasional | limapagi.id | Published at Kamis, 06 Januari 2022 - 11:48
Jakarta PPKM Level 2, Aktivitas Wajib Sudah Vaksin Minimal Dosis 1

LIMAPAGI - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menerapkan PPKM level 2 selama 14 hari, terhitung mulai 4-17 Januari 2022. Kebijakan itu tertuang dalam Keputusan Gubernur (Kepgub) Nomor 3 Tahun 2022 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Level 2 Corona Virus Disease 2019.

Kepgub tersebut merupakan kepanjangan dari Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 01 Tahun 2022 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Level 3, Level 2, dan Level 1 Covid-19 di Jawa-Bali.

"Pemerintah pusat telah menetapkan untuk menaikkan Level PPKM di Jakarta menjadi Level 2, ini peringatan agar kita tidak terlena dan menambah kewaspadaan," kata Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dalam keterangan yang diterima Kamis, 6 Januari 2022.

Dalam Kepugub tersebut, tercantum bahwa selama masa PPKM Level 2, setiap orang yang melakukan aktivitas pada tiap-tiap sektor atau tempat harus sudah divaksinasi Covid-19 minimal dosis pertama.

Namun, terdapat pengecualian bagi penduduk yang masih dalam masa tenggang tiga bulan pasca-terkonfirmasi Covid-19 dengan bukti hasil laboratorium, serta penduduk yang kontraindikasi dilakukan vaksinasi Covid-19 berdasarkan hasil pemeriksaan medis dengan bukti surat keterangan dokter, dan anak-anak usia kurang dari 12 tahun.

Bagi masyarakat yang telah divaksin, dapat melampirkan bukti status telah divaksin pada aplikasi Jakarta Kini (JAKI), aplikasi PeduliLindungi, dan/atau bukti vaksinasi yang dikeluarkan oleh lembaga yang berwenang.

Seperti diketahui, Dinas Kesehatan Pemerintah Provinsi DKI mencatat kenaikan kasus harian di Ibu Kota sebanyak 187 pada Rabu, 5 Januari 2022. Dengan demikian total kasus positif Covid-19 di Jakarta sebanyak 955 orang lewat penyembuhan dirawat atau isolasi.

Sementara positivity rate atau persentase kasus positif sepekan terakhir di Jakarta sebesar 1,1 persen, sedangkan persentase kasus positif secara total sebesar 11,0 persen.

Artikel Asli