Alquran Menjawab Orang Kafir yang Mengagungkan Kekayaan

Nasional | republika | Published at Kamis, 06 Januari 2022 - 12:00
Alquran Menjawab Orang Kafir yang Mengagungkan Kekayaan

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA --Orang-orang kafir senantiasa berupaya untuk melemahkan keimanan dan ketakwaan orang Muslim. Mereka senang mengolok-olok orang-orang Muslim dengan memamerkan harta kekayaan yang mereka miliki untuk maksud menjatuhkan orang muslim. Seolah orang-orang kafir memberi pesan pada kaum Muslim bahwa tanpa menyembah Allah mereka bisa memperoleh kekayaan, pangkat dan jabatan. Sedang ibadah yang dilakukan Muslim tidak dapat mendatangkan kekayaan, pangkat dan jabatan dan materi dunia lainnya.

Sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta'ala:

Dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat Kami yang terang (maksudnya), niscaya orang-orang yang kafir berkata kepada orang-orang yang beriman: "Manakah di antara kedua golongan (kafir dan mukmin) yang lebih baik tempat tinggalnya dan lebih indah tempat pertemuan(nya)?" (Alquran surat Maryam ayat 73).

Dalam kajian tafsir Masjid Bayt Alquran-Pusat Studi Alquran (PSQ) yang juga disiarkan secara virtual pada Rabu (5/1) pakar tafsir Alquran yang juga anggota Lajnah Pentashih Mushaf Alquran Kementerian Agama, ustazah Lilik Ummi Kaltsum menerangkan bahwa orang-orang kafir senantiasa menggunakan ukuran segala sesuatu perbuatan berdasarkan materi dunia baik kekayaan atau pun pangkat dan jabatan.

Maka dalam ayat tersebut dijelaskan ketika ayat-ayat Allah dibacakan, diberitahukan kepada mereka agar tidak menyekutukan Allah, agar menyembah Allah, mengikuti risalah RasulNya, maka kaum kafir justru akan mengeluarkan pernyataan yang menantang kaum Muslim.

"Sehingga ketika ayat Allah dibacakan pada mereka, orang kafir itu akan mengatakan pada kaum Muslim, kamu membaca Alquran terus tapi tidak kaya, rumahnya tidak bagus, tidak punya pangkat. Saya yang ngga baca Alquran lebih kaya, mengapa harus baca Alquran?," jelas ustazah Lilik yang juga Dosen Ilmu Al-Quran dan Tafsir UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Maka Allah Subahanahu wa Ta'ala memberikan jawaban atas pernyataan orang-orang kafir itu. Allah berfirman:

Berapa banyak umat yang telah Kami binasakan sebelum mereka, sedang mereka adalah lebih bagus alat rumah tangganya dan lebih sedap dipandang mata (Alquran surat Maryam ayat 74).

Ustazah Lilik menjelaskan pada ayat ini Allah SWT menjawab pernyataan kaum kafir sekaligus menjadi hujjah bagi kaum Muslim bahwa sudah banyak orang-orang kafir sebelum diutusnya nabi Muhammad SAW dan sebelum diturunkannya Alquran yang mereka semua memiliki harta kekayaan yang berlimpah, pangkat dan jabatan yang tinggi, rumah dan istana yang megah. Misalnya saja kaum 'Ad, Firaun dan kaumnya, kaum Tsamud, dan lainnya. Namun demikian mereka semua bersama kekayaannya, pangkatnya, istananya yang megah justru hancur lebur oleh kekuasaan Allah SWT.

Menurut ustazah Lilik kenikmatan seperti kekayaan, pangkat atau jabatan yang dimiliki oleh orang-orang kafir atau pun orang fasik adalah bentuk istidraj atau pemberian yang terdapat murka Allah. Di mana kenikmatan itu justru semakin membuatnya semakin hancur dan melipat gandakan dosanya.

"Dalam Islam itu ada namanya istidraj. Seorang yang dikasih nikmat tapi hanya akan mendapatkan dosa. Contohnya orang yang zalim, ngga pernah ibadah, tapi diberi kaya, umurnya panjang. Nikmatnya itu istidraj dalam rangka menambah dosa," katanya.

Allah berfirman:



Katakanlah: "Barang siapa yang berada di dalam kesesatan, maka biarlah Tuhan yang Maha Pemurah memperpanjang tempo baginya; sehingga apabila mereka telah melihat apa yang diancamkan kepadanya, baik siksa maupun kiamat, maka mereka akan mengetahui siapa yang lebih jelek kedudukannya dan lebih lemah penolong-penolongnya. (Surat Maryam ayat 75).

Maka ayat ini menurut ustaz Lilik, Allah SWT meneguhkan kepada kaum Muslimin. Bahwa orang-orang kafir yang sesat akan berada semakin dalam pada kesesatannya, semisal dengan ditambahkan kekayaannya sehingga semakin kufur. Sehingga ketika kiamat, orang-orang kafir yang mengagung-agungkan kekayaannya,pangkat dan jabatannya itu akan mengetahui hal itu semua tidak berguna. Dan betapa rendah dan hiannya mereka pada hari kiamat serta tidak ada satu pun penolong mereka.

Artikel Asli