Angin Segar, Ada Dana Rp 59 Miliar Untuk Korban Banjir Lobar

Nasional | lombokpost | Published at Kamis, 06 Januari 2022 - 11:48
Angin Segar, Ada Dana Rp 59 Miliar Untuk Korban Banjir Lobar

GIRI MENANG -Nasib korban bencana banjir dan tanah longsor di Kecamatan Gunungsari dan Batulayar mulai jelas. Pemkab Lobar sudah memiliki dana untuk membantu mereka. Itu setelah DPRD Lobar menyetujui, anggaran tahun 2022 dan sisa anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) tahun 2021 digunakan untuk penanganan bencana non Covid-19.

Jadi sebenarnya setiap tahun itu ada anggaran. Tahun 2021 masih ada sisa BTT penanganan Covid atau bencana Rp 15 miliar. Itu bisa digunakan untuk bencana non Covid-19 juga, Kata Ketua DPRD Lobar Hj Nurhidayah di ruangannya, Rabu (5/1).

Apalagi dengan adanya bencana sebulan lalu pasti memerlukan anggaran penanganan dampak bencana tersebut. Sudah teralokasikan untuk penanganan Covid-19 berapa? Ya, sisanya bisa untuk penanganan bencana non Covid-19, jelasnya.

Bahkan untuk tahun 2022 juga ada surat edaran lagi darin Kemenkeu RI untuk menyiapkan dana refocusing kembali sebanyak delapan persen dari Dana Alokasi Umum (DAU). Artinya untuk penanganan Covid dan bencana non Covid-19, tahun ini ada Rp 59 miliar.

Rp 59 miliar itu delapan persen dari DAU Lobar kurang lebih Rp 700 miliaran lebih, imbuhnya.

Bupati Lobar juga informasinya sudah ke pusat melalui BNPB meminta bantuan penanganan bencana yang ada di Lobar. Ini merupakan satu upaya pemerintah agar bisa dengan segera memberikan penanganan warga Lobar yang terdampak banjir bandang maupun longsor sebulan lalu.

Untuk hasilnya kita belum tahu sampai hari ini, tambahnya.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Lobar Hj Nurul Adha mengatakan, refocusing anggaran yang delapan persen cukup tinggi. Apalagi di tengah situasi sulitnya mencapai realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) karena belum bisa mengandalkan sektor pariwisata yang terdampak Covid-19.

Delapan persen dari Rp 700 miliar itu cukup besar, tuturnya.

Namun diharapkan dengan dana tersebut, penanganan Covid-19 maupun bencana lainnya bisa terakomodir. Sehingga penanganan dampak bencana bisa segera dirasakan warga.

Harus segera ditangani agar masyarakat tidak berlama-lama di pengungsian, kata dia. (nur/r3)

Artikel Asli