Pemkab Lombok Tengah Keluhkan PAD Even WSBK Tak Sesuai

Nasional | lombokpost | Published at Kamis, 06 Januari 2022 - 11:43
Pemkab Lombok Tengah Keluhkan PAD Even WSBK Tak Sesuai

MATARAM-Nada sumbang sempat terdengar dari Pemkab Lombok Tengah terkait Pendapatan Asli Daerah (PAD) hasil penjualan tiket World Superbike (WSBK) di Sirkuit Mandalika, November tahun lalu.

PAD yang diperoleh sebesar Rp 2,6 miliar dinilai terlalu kecil dan jauh dari ekspektasi. Dalam hitungan mereka, seharusnya PAD yang diperoleh sebesar Rp 10 miliar.

Anggota DPRD NTB asal Lombok Tengah Ahmad Fuaddi, menanggapi kekecewaan itu.

Menurutnya keberadaan sirkuit dengan kontribusinya terhadap daerah dalam hal ini Pemkab Lombok Tengah tidak bisa diukur dari sisi nominal belaka.

Kalau diukur dari pendapatan PAD, iya mungkin tidak besar, tapi kalau dilihat dari keberadaan sirkuit dan dampak ekonominya bagi masyakat sekitar saya kira luar biasa, katanya, kemarin (5/1).

Sirkuit itu tidak hanya menghadirkan pendapatan dalam bentuk materi.

Tetapi membangkitkan harapan dan membuka peluang munculnya sektor ekonomi yang luas untuk menunjang keberadaan sirkuit.

Orang sekarang mulai berpikir untuk membangun home stay, hotel yang akan menyerap tenaga kerja, restoran, lalu ada peluang hasil bumi (di Lombok Tengah) yang selama ini sulit dipasarkan akan terserap dengan baik, ulasnya.

Peluang ekonomi ini nilainya sangat besar. Dan berkelanjutan, terus-menerus, imbuhnya.

Namun demikian, Fuaddi juga berupaya memahami alasan munculnya keluhan itu. Dalam hal itu saya kira Pemkab punya perhitungan sendiri, ujarnya.

Tetapi yang lebih penting saat ini mensyukuri dampak ekonomi yang ditimbulkan oleh sirkuit. Sebab tidak hanya di momen WSBK saja, pendapatan daerah berpotensi mengalir ke Pemkab dan masyakat.

Tetapi akan ada rentetan acara sesuai kalender event yang telah disepakati oleh pihak MGPA sebagai pengelola acara di sirkuit, yang terus akan memberi dampak keekonomian bagi Lombok Tengah.

Memang yang kita harapkan efek dominonya dengan menghadirkan banyak orang akan menggerakkan ekonomi, tinggal kita memanfaatkan peluang itu dengan potensi yang kita miliki, pungkasnya. (zad/r2)

Artikel Asli