74 Persen Kasus Aktif dan 81 Persen Kasus Baru Covid di DKI dari PPLN

Nasional | jawapos | Published at Kamis, 06 Januari 2022 - 11:05
74 Persen Kasus Aktif dan 81 Persen Kasus Baru Covid di DKI dari PPLN

JawaPos.com Pemprov DKI Jakarta mencatat pelaku perjalanan luar negeri (PPLN) menyumbang cukup tinggi kenaikan kasus Covid-19. Dengan rincian74 persen kasus aktif dan 81 persen kasus positif baru harian di Jakarta adalah dari kelompok tersebut.

Kita perlu mewaspadai penularan ini. Varian Omicron juga meningkat di Jakarta, yakni dari 251 orang yang terinfeksi, 95 persennya atau 239 orang adalah pelaku perjalanan luar negeri. Sedangkan 12 lainnya adalah transmisi lokal, kata Kepala Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta Widyastuti, Kamis (6/1).

Berdasar data dari Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta per 5 Januari, tercatat kasus aktif 955orang. Dengan rincian 706 adalah pelaku perjalanan luar negeri. Lalu, kasus positif baru bertambah 259 orang, 211 di antaranya adalah pelaku perjalanan luar negeri.

Para pelaku perjalanan luar negeri yang terkonfirmasi positif tersebut saat ini dirawat di RSDC Wisma Atlet, RSPI Soelianti Saroso, dan beberapa rumah sakit.

Kepada masyarakat diimbau agar mengikuti peraturan yang berlaku selama masa pandemi Covid-19 yang masih berlangsung. Selalu menggunakan masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menjauhi kerumunan dan mengurangi mobilitas, ujar Widyastuti.

Sementara itu, Pemprov DKI Jakarta masih memasifkan TLI (tes, lacak, dan isolasi) dalam pengendalian pandemi tersebut. Dalam sepekan terakhir, ada 80.492 orang dites PCR. Jumlah tes tersebut adalah 8 kali standar minimal tes yang ditetapkan WHO.

Di sisi lain, persentase keterisian tempat tidur di RS yang merawat Covid-19 juga mengalami peningkatan. Dari total 3.879 tempat tidur isolasi, terisi 7 persen atau 276 pasien isolasi. Sedangkan, dari total 647 tempat tidur ICU, terisi 5 persen atau 31 pasien ICU.

Seiring dengan bertambahnya jumlah pelaku perjalanan luar negeri, persentase keterisian karantina di beberapa tempat karantina terpusatkini mencapai rata-rata 82persen dari total kapasitas yang ada.

Artikel Asli