Vaksinator dari Nakes Masih Minim

Nasional | radarjogja | Published at Kamis, 06 Januari 2022 - 10:55
Vaksinator dari Nakes Masih Minim

RADAR JOGJA Jumlah tenaga kesehatan (nakes) untuk kegiatan vaksinasi di Kulonprogo tergolong masih minim. Kondisi itu pula yang membuat penyelesaian vaksinasi anak usia 6-11 tahun di wilayah tersebut gagal tercapai di akhir tahun kemarin.

Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kulonprogo Fajar Gegana mengatakan, adapun jumlah nakes yang bertugas pada kegiatan vaksinasi anak sendiri berjumlah 240 personel. Dengan jumlah tersebut, diakuinya memang belum cukup untuk mempercepat dan mengejar target penyelesaian vaksinasi anak di bulan Desember 2021 lalu.

Wakil Bupati Kulonprogo itu menambahkan, dalam kegiatan vaksinasi anak itu pihaknya juga terkendala perihal pembagian wilayah untuk nakes. Sebab, untuk pelaksanaan vaksinasi bagi anak usia 6-11 tahun juga harus disesuaikan dengan kesiapan sekolah selaku penyelenggara kegiatan.

Harapannya kemarin memang selesai di akhir bulan, namun dalam prakteknya sekolah menjadwalkan sendiri dan tidak bisa serentak. Kondisi itu membuat nakes harus berpindah-pindah dan membuat target kami tidak tercapai, ujar Fajar saat ditemui, kemarin (5/1).

Kendati target penyelesaian vaksinasi anak gagal dicapai, Fajar mengklaim capaian vaksinasi anak usia 6-11 tahun di Kulonprogo merupakan yang tertinggi dibandingkan kabupaten/kota lain di DIJ. Dimana hingga Selasa (4/1), untuk capaian vaksinasi anak di Kulonprogo sendiri telah mencapai 70,26 persen atau sudah 24.914 sasaran.

Setelah vaksinasi anak tersebut selesai, lanjut Fajar, gugus tugas rencananya juga akan melanjutkan surveilans atau swab acak tahap kedua bagi siswa serta tenaga pengajar di Kulonprogo. Hal itu dilakukan untuk memastikan pembelajaran tatap muka benar-benar aman dari penularan virus.
Setelah vaksinasi anak selesai kami juga akan segera melanjutkan vaksinasi untuk lansia dan sebagainya, imbuh Fajar.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kulonprogo Arif Prastowo menyampaikan bahwa vaksinasi anak juga mendukung terselenggaranya pembelajaran tatap muka (PTM). Di Kulonprogo sendiri tercatat sudah ada sebanyak 206 sekolah yang telah menyelenggarakan PTM 100 persen dari total 337 sekolah.

Untuk sekolah yang sudah melaksanakan PTM 100 persen, Arif memastikan tiap sekolah sudah sesuai dengan regulasi yang ditentukan oleh pemerintah pusat. Melalui Surat Keputusan Bersama (SKB) Empat Menteri tertanggal 21 Desember 2021 tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran di Masa Pandemi Covid-19. Dalam aturan tersebut mewajibkan siswa telah divaksinasi dan sekolah harus memenuhi sarana pencegahan virus.

Untuk sekolah yang belum PTM 100 persen kami sampaikan ada kendala pada kapasitas ruang kelas yang belum memadai, karena harus disesuaikan dengan jarak aman antar siswa sejauh satu meter, ucap Arif. (inu/bah)

Artikel Asli