Perbanyak Gerai Maritim di Daerah Tujuan Kapal Tol Laut

Nasional | jawapos | Published at Kamis, 06 Januari 2022 - 10:48
Perbanyak Gerai Maritim di Daerah Tujuan Kapal Tol Laut

JawaPos.com Meski meningkat, muatan balik kapal tol laut dinilai masih kurang. Berbagai upaya dilakukan untuk mendorong bertambahnya muatan. Salah satunya, memperbanyak gerai maritim di daerah tujuan kapal tol laut.

Melalui kapal tol laut, PT Pelni telah mengangkut 12.800 TEUs barang sepanjang 2021. Perinciannya, 8.549 TEUs muatan berangkat dan 4.251 TEUs muatan balik. Jumlah muatan secara keseluruhan naik 45 persen jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Pada 2021, muatan baliknya juga meningkat, kata Direktur Usaha Angkutan Barang dan Tol Laut Pelni Yahya Kuncoro saat diwawancarai Jawa Pos di sela-sela acara Pelepasan Voyage Perdana Kapal Pelni Tahun 2022 Senin (3/1).

Menurut Yahya, target muatan untuk tahun ini mencapai 12.521 TEUs. Kami akan melakukan sejumlah upaya untuk meningkatkan muatan balik, ujar Yahya.

Menurut dia, Pelni bakal memperbanyak gerai maritim di daerah tujuan tol laut. Selain dengan pemerintah daerah, program itu akan diwujudkan bersama pengusaha lokal.

Dengan adanya gerai maritim, pengusaha bakal memiliki sarana promosi. Pengiriman barang via tol laut akan lebih maksimal. Kami berharap barang-barang yang diangkut kapal juga sampai ke pasar tradisional, tutur Yahya.

Dia menyebutkan, saat ini ada 10 trayek yang bakal dilayari kapal Pelni. Lima trayek di antaranya melintasi wilayah Surabaya. Pelabuhan Tanjung Perak saat ini juga tercatat sebagai home base tol laut.

Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Laut (Dirlala) Kementerian Perhubungan Mugen Suprihatin Sartoto menyatakan, pemerintah terus mendorong pemda aktif mendukung tol laut. Diperlukan pendataan produk unggulan dan tempat pengumpulan barang. Dari catatan Kemendag, tol laut mendorong penurunan disparitas harga. Kami siap berkolaborasi, tegas Mugen.

Dia mengakui, sebagian pelabuhan memang belum mendukung program tersebut. Masih ada pelabuhan yang infrastrukturnya kurang. Kami akan inventarisasi pelabuhan-pelabuhan yang masih manual. Ke depannya, layanan terus diperbarui, tandas Mugen.

Artikel Asli