Cerita Konfrontasi Indonesia-Malaysia, Jenderal Kopassus Nyaris Tewas Ditembak Sniper

Nasional | inewsid | Published at Kamis, 06 Januari 2022 - 10:29
Cerita Konfrontasi Indonesia-Malaysia, Jenderal Kopassus Nyaris Tewas Ditembak Sniper

JAKARTA, iNews.id - Jenderal TNI (Purn) Leonardus Benyamin Moerdani kenyang dalam operasi pertempuran dunia militer. Kisahnya tidak akan ada habisnya untuk dibahas.

Salah satunya pria disapa Benny Moerdani terjun dalam konfrontasi militer Indonesia dengan Malaysia di Kalimantan pada tahun 1964 lalu. Dia bersama Resimen Para Komando Angkatan Darat (sekarang Kopassus) menyusuri hutan lebat selama berjam-jam.

Kisah menarik Jenderal TNI (Purn) Leonardus Benyamin Moerdani atau LB Moerdani nyaris tertembak pasukan elite Inggris. (Foto ist)..
Kisah menarik Jenderal TNI (Purn) Leonardus Benyamin Moerdani atau LB Moerdani nyaris tertembak pasukan elite Inggris.

Misi penyusupan tersebut untuk membuka jalur bagi pasukan induk AD yang bertugas menyerbu Malaysia.

Selain menyusuri hutan lebat, Benny Moerdani dan pasukannya melintasi sungai di Kalimantan Utara dengan menggunakan perahu. Pria dijuluki Raja Intelijen ini menyadari pasukan Inggris dengan berbagai penyusupan.

Benar saja, pasukan elite Inggris atau The Special Air Service (SAS) mengetahui penyusupan tentara Indonesia. Mereka sudah menunggu di seberang sungai, tinggal menunggu waktu memberondong Benny Moerdani dengan peluru.

Benny Moerdani yang waktu berpangkat Mayor Jenderal berada di perahu paling depan sangat mudah pasukan elite Inggris menembaknya. Sniper Inggris siap membidik Benny, namun tidak juga dilepaskan tembakan. Akhirnya Benny dan pasukan lolos.

Panglima ABRI Jenderal TNI LB Moerdani bersama Sintong Pandjaitan . (Foto Repro Perjalanan Seorang Prajurit Para Komando).
Panglima ABRI Jenderal TNI LB Moerdani bersama Sintong Pandjaitan . (Foto Repro Perjalanan Seorang Prajurit Para Komando).

Benny pun menemukan jawabannya setelah 12 tahun kejadian menegangkan tersebut saat berkunjung ke Inggris pada tahun 1976 lalu. Uniknya, prajurit SAS masih ingat dengan wajah Benny.

Dalam pertemuan tersebut, Benny bertanya kenapa tidak jadi menembaknya saat peristiwa di Kalimantan Utara. Cerita ini ditulis dalam buku Benny Moerdani Jejak Perjuangan dan Dedikasi si Raja Intelijen yang dikutip, Kamis (6/1/2022).

Mereka menjelaskan kepada Benny, bahwa saat itu timnya harus menunggu datanganya Kapal Perang Queen Elisabeth. Menurut mereka, andai Benny langsung ditembak sehingga terjadi perang senjata, tentu kapal perang Inggris bisa terganggu perjalanannya.

Namun hingga semua tim Benny pergi, kapal perang Inggris ternyata tidak jadi melintas. Benny yang menyimak penjelasan berkomentar, jika ketika itu dirinya tertembak maka pasukan SAS telah berhasil menembak mati prajurit dengan pangkat tertinggi.

Artikel Asli