Angka Pengangguran di NTB Diproyeksi Kurang dari 3 Persen

Nasional | lombokpost | Published at Kamis, 06 Januari 2022 - 10:33
Angka Pengangguran di NTB Diproyeksi Kurang dari 3 Persen

MATARAM Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) NTB memproyeksikan tingkat pengangguran terbuka (TPT) tahun 2022 di bawah 2,3 persen atau sekitar 64 ribu jiwa dari tingkat angkatan kerja sebesar 2,78 juta jiwa.

Jika dibandingkan pada tahun 2021, angka pengangguran mencapai 3 persen atau 82 ribu jiwa dari jumlah angkatan kerja sebesar 2,7 juta jiwa. Ini artinya, angka pengangguran di NTB tahun 2022 mengalami penurunan hingga tujuh persen dibandingkan tahun 2021. Sementara untuk angkatan kerja bertambah sekitar 50 ribu jiwa.

Kepala Disnakertrans NTB I Gde Putu Aryadi mengatakan, untuk bisa menurunkan angka pengangguran terbuka tersebut, perlu ada terobosan dan inovasi ditengah situasi sulit ini.

Kita tidak bisa hanya kerja rutin saja. Tapi harus punya inovasi dan bergerak cepat. Seluruh instrumen untuk mempercepat pencapaian program perlu disiapkan. Juga yang sangat penting adalah kemampuan untuk bisa bekerja dalam tim work yang solid. Antar bidang dan stakeholder terkait harus berkolaborasi, katanya saat pimpin rapat koordinasi internal di Aula Kantor Disnakertrans NTB, Rabu (5/1/2022).

Aryadi meminta masing-masing bidang dalam sepekan ini harus sudah merampungkan seluruh instrumen pendukung yang diperlukan untuk pelaksanaan kegiatan pembangunan ketenagakerjaan. Baik yang bersumber dari APBN atau dana dekonsentrasi dan tugas pembantuan maupun kegiatan yang didanai dari APBD.

Mantan Kadis Kominfotik itu meminta, seluruh program dan kegiatan Disnakertrans NTB benar-benar diarahkan untuk mendukung pencapaian indikator program strategis dan program unggulan daerah sesuai visi misi yang ditetapkan dalam RPJMD NTB. Ia pun menyebut, ada dua program strategis dan program unggulan.

Pertama, Revitalisasi BLK dengan program Inovasi PePADu Plus (Pelatihan dan Pemberdayaan Tenaga Kerja Terpadu Plus) yang diyakini dapat menurunkan angka pengangguran terbuka.

PePADu Plus merupakan inovasi atau implementasi dan pengembangan dari Program Unggulan Revitalisasi BLK dengan cara melengkapi instrumen-instrumen yang dibutuhkan mulai dari hulu ke hilir. Yakni, proses penyiapan kompetensi calon tenaga kerja di lembaga-lembaga pelatihan kerja, baik di BLK maupun LPKS secara terpadu bersama dunia industri hingga fasilitasi dan pendampingan pasca pelatihan bersama stakeholder terkait.

Program kedua adalah Program Zero Unprosedural PMI, sebagai upaya kolaborasi untuk memberikan perlindungan kepada PMI. Guna mewujudkan program ini, Aryadi meminta bidang Penempatan dan PKK segera merampungkan pembentukan tim terpadu sosialisasi dan edukasi program Zero Unprosedural Penempatan PMI yang melibatkan seluruh stakeholder terkait termasuk TNI dan Polri, serta mengoptimalkan Satgas Perlindungan PMI yang mendapat dukungan dari pusat.

Tim terpadu tersebut, diminta melakukan edukasi dan pendampingan secara intens kepada forum kepala desa dalam memberikan informasi kepada masyarakat tentang pasar kerja di luar negeri. Mulai dari negara tujuan yang buka, P3MI yang resmi, dan job order yang berlaku.

Kemudian, melakukan sosialisasi secara masif dilakukan di setiap Desa tentang pasar kerja, termasuk melibatkan para kader posyandu. Sedangkan di tiap-tiap kecamatan akan dikoordinir oleh Ketua APJATI (Asosiasi Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia) dan ASPATAKI (Asosiasi Perusahaan Penempatan Tenaga Kerja Indonesia). Setiap PT akan dibekali oleh KTA dan surat tugas dari P3MI, sehingga Kades tidak lagi was-was memberikan izin untuk berangkat.

Dengan rencana kerja tersebut, kita optimis TPT tahun 2022 bisa dibawah tiga persen. Mari kita siapkan seluruh instrumen pendukung untuk melaksanakan rencana kerja ini lebih cepat, tandasnya. (ewi/r10)

Artikel Asli