Omicron Meningkat, Ma`ruf Amin: Tidak Boleh Lagi Dispensasi Karantina

Nasional | bukamatanews | Published at Kamis, 06 Januari 2022 - 10:27
Omicron Meningkat, Ma`ruf Amin: Tidak Boleh Lagi Dispensasi Karantina

BUKAMATA - Wakil Presiden RI, Ma'ruf Amin menekankan agar tidak ada lagi persoalan dispensasi karantina. Mengingat lonjakan penyebaran kasus Covid-19 varian baru Omicron di Indonesia terus meningkat.

Hal tersebut ditegaskan Maruf Amin saat memberikan keterangan pers usai meresmikan 6 Rumah Ibadah Universitas Pancasila, di Kampus Universitas, Jakarta, Rabu (05/01/2022).

Pemerintah saat ini terus berupaya semaksimal mungkin untuk mencegah penyebaran COVID-19 varian Omicron. Salah satunya dengan melakukan karantina terhadap seluruh pelaku perjalanan internasional tanpa terkecuali.

Tidak boleh ada lagi dispensasi. (Apalagi) ada indikasi-indikasi (terpapar), masuk itu ke karantina, tegas Ma'ruf Amin.

Terlebih, sambung Wapres, saat ini sudah ada indikasi transmisi lokal. Untuk itu, langkah antisipasi meningkatnya penyebaran harus terus dilakukan, khususnya di daerah.

Karena sudah mulai ada transmisi lokal, maka kita (khususnya) daerah-daerah sudah harus mulai mengantisipasi terjadinya penularan itu, tegasnya.

Pemerintah pusat sendiri, kata Wapres, saat ini terus mengantisipasi meluasnya penyebaran Omicron dengan tetap menggencarkan pelaksanaan protokol kesehatan dan program vaksinasi.

Kita sudah akan memulai untuk pertengahan Januari 2022 memberikan suntikan booster , untuk (vaksinasi) tahap ketiga, imbuhnya.

Selain itu, terang Wapres, peningkatan level Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di beberapa daerah melalui Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) dan penggunaan aplikasi PeduliLindungi juga menjadi bagian dari upaya mencegah lonjakan kasus Omicron.

Hal ini agar seluruh masyarakat tetap aman, khususnya anak-anak yang sudah mulai melaksanakan pembelajaran tatap muka langsung.

Saya kira di dalam negeri kita seperti itu, melalui upaya-upaya dan juga PeduliLindungi, sehingga mereka yang masuk di sekolah itu memang sudah steril, pungkasAm'ruf Amin.

Artikel Asli