Ngeri! Cuitan Ferdinand Hutahaean Soal Tuhan Disebut Seperti Kotoran Busuk

Nasional | wartaekonomi | Published at Kamis, 06 Januari 2022 - 10:19
Ngeri! Cuitan Ferdinand Hutahaean Soal Tuhan Disebut Seperti Kotoran Busuk

Cuitan pegiat media sosial Ferdinand Hutahaean yang menulis 'Kasihan sekali Allahmu ternyata lemah' diduga menyinggung umat Islam. Kasus Ferdinand ini dianggap akan jadi ujian Polri di bawah pimpinan Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Direktur The Community Of Ideological Islamic Analyst (CIIA) Harits Abu Ulya menyampaikan cuitan Ferdinand sebagai sikap verbal yang diduga dilakukan secara sengaja. Menurutnya, hal itu diketahui dari klarifikasi pegiat media sosial tersebut.

"Cuitan FH (Ferdinand Hutaheaen) tidak muncul di ruang kosong, tapi muncul dalam sebuah konteks tertentu, sikon tertentu bahkan dorongan dari motif tertentu. Karena itu bukan ocehan dari orang yang di anggap gila," kata Harits, dalam keterangannya, yang dikutip pada Kamis, 6 Januari 2022.

Dia menyinggung jika merujuk cuitan Ferdinand di akun sosmednya, kerap kali yang bersangkutan mengagitasi perdebatan karena masuk diranah SARA. Pun, cuitan kali ini secara eksplisit maupun implisit dianggapnya sudah menyinggung keyakinan agama lain khususnya umat Islam.

"Saya menilai cuitan FH layaknya kotoran busuk yang diumbar diruang publik. Dan akhirnya menjadi ujian terhadap semua pihak," sebut Harits.

Harits kemudian merincikan ujian semua pihak itu yaitu terkait aspek kehidupan berbangsa dan bernegara yang selalu diharapkan semua anak bangsa berdamai, harmoni dalam keberagaman. Bagi dia, dengan cuitan Ferdinand ini membuat sikap saling menghormati jadi tidak terkoyak.

Selanjutnya, ujian terhadap umat beragama. Ia menyoroti cuitan Ferdinand menodai sikap toleransi dan saling menghormati antar pemeluk beragama.

"Entah ini berangkat dari kebodohan atau phobi nya FH terhadap umat beragama diluar dirinya atau bahkan kesengajaan FH untuk memprovokasi gejolak sosial," tuturnya.

Pun, ia menambahkan secara khusus ini ujian bagi umat Islam yang merasa tersinggung dengan cuitan Ferdinand. Lalu, tak kalah penting ini ujian untuk aparat penegak hukum yaitu Polri.

"Polri di bawah komandan Pak Sigit kali ini betul-betul di uji untuk membuktikan visi presisinya. Umat Islam menuntut prinsip equity di hadapan hukum," lanjut Harits.

"Umat Islam terlalu banyak fakta yang bisa dijadikan sebagai basis komparasi untuk menakar apakah Polri betul-betul penegak hukum yang bisa diharapkan untuk menciptakan keadilan bagi semua pihak," jelasnya.

Menurutnya, umat Islam menunggu sikap profesional dan adil dari Polri. Jika tak ada penanganan serius, maka publik akan memicu sikap distrush terhadap polisi. Dia bilang bila Polri tak merespons maka akan menambah deretan panjang faktor pemicu sikap kepercayaan publik jadi rendah terhadap institusi Polri.

"Terkait cuitan FH sudah jelas ada bukti; 1.pengakuan dari FH, 2. Screenshot, 3. Saksi, 4. Keterangan ahli hukum dan ahli analisa bahasa. Bahkan sudah ada beberapa pihak yang melaporkan FH ke pihak polisi," tuturnya.

Artikel Asli