Realisasi dan Anggaran Rehab Dermaga di Seruyan Dinilai Tak Sesuai

Nasional | jawapos | Published at Kamis, 06 Januari 2022 - 10:25
Realisasi dan Anggaran Rehab Dermaga di Seruyan Dinilai Tak Sesuai

JawaPos.com Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Syamsudin menilai, anggaran pembangunan rehab Dermaga Kuala Pembuang III, tidak sesuai dengan realisasi di lapangan. Sebab, masih banyak keluhan dari para pengguna.

Penilaian itu setelah pimpinan dan anggota Komisi II DPRD Seruyan telah melihat langsung perbaikan dermaga tersebut.

Banyak yang tidak sesuai, terkhusus pengadaan bahan. Padahal anggaran untuk rehab itu telah disetujui Rp 200 juta, kata Syamsudin seperti dilansir dari Antara di Kuala Pembuang, Kamis (6/1).

Setelah dicek, lanjut dia, perbaikan dermaga tersebut menggunakan sistem tambal sulam. Dia menyayangkan hal tersebut. Jadi bukan memperbaiki, tapi malah mempersulit masyarakat. terlebih para buruh yang melakukan aktivitas bongkar muat, papar Suyamsudin.

Menurut dia, jika dilihat di lapangan yang diperbaiki hanya di bagian depan. Tapi, di bagian terpentingnya justru tidak. Misal yang dekat kapal bersandar, karena para buruh masih mengeluhkan hal itu.

Dengan tambal sulam itu, bagian samping juga sudah tidak bisa digunakan karena lantainya tidak ada. Seharusnya kalau ingin memperbaiki tersebut harus di komunikasikan dengan baik kepada para pengguna dermaga, sehingga perbaikan tersebut bisa mempermudah masyarakat, kalau begini kan malah mempersulit mereka, beber Syamsudin.

Legislator Seruyan itu menyebut, pihaknya akan memanggil dinas teknis untuk menanyakan soal perencanaan, penganggaran, dan lainnya. Ini memang harus diawasi karena menyangkut perekonomian masyarakat dan daerah, ucap Syamsudin.

Sementara itu, Soni, salah satu sopir barang di dermaga KP III itu mengeluhkan keadaan dermaga. Meski sudah diperbaiki, menurut dia, kondisinya justru sangat menyulitkan pekerja. Misalnya, seperti bagian samping biasanya bisa digunakan untuk berputar arah dan bagian terpenting di dekat kapal bersandar yang diperbaiki hanya depannya saja.

Padahal di bagian depan itu cuman ada dua titik yang berlubang, tapi rehabnya di situ semua malah lantai di bagian samping itu habis, tutur Soni.

Selain itu, hal yang menjadi keluhan pihaknya adalah posisi dermaga itu lebih tinggi sehingga adanya tanjakan yang begitu miring dan sudah beberapa kali mengalami kerusakan kendaraan karena hal tersebut. Jadi, untuk biaya angkut muat itu cuma Rp 30 ribu tapi saya sudah dua kali mengalami kerusakan setelah direhab dermaga ini. Biaya perbaikannya Rp 500 ribu, pastinya kita itu kan membawa barang dan beban yang cukup berat kalau ada tanjakan itu sangat sulit, papar Soni.

Artikel Asli