Diungkap Satgas: 86,6 Persen Masyarakat Punya Antibodi Covid-19

Nasional | rm.id | Published at Kamis, 06 Januari 2022 - 09:48
Diungkap Satgas: 86,6 Persen Masyarakat Punya Antibodi Covid-19

Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito menyatakan, mayoritas penduduk di Indonesia, yaitu 86,6 persen dari populasi, telah memiliki antibodi Covid-19. Antibodi ini yang disebabkan terinfeksi sebelumnya atau yang dikarenakan vaksinasi Covid-19.

Wiku bilang, data ini berdasarkan hasilsurvei yang dilakukan pada sebagian wilayah, yaitu 100 kabupaten/kota baik pada wilayah aglomerasi maupun non aglomerasi sepanjang bulan November-Desember 2021.

Selain itu, data ini menunjukkan informasi lainnya, bahwa 73,2 persen populasi dari daerah yang disurvei ternyata telah memiliki antibodi. Padahal belum pernah terdeteksi positif maupun tervaksinasi Covid-19, ujar Wiku, Rabu (5/1).

Tahun ini juga merupakan babak baru dalam penanganan pandemi di Indonesia. Berkat kerja keras Pemerintah dengan du kungan seluruh lapisan masyarakat, Indonesia berhasil melewati dua kali lonjakan kasus dalam masa pandemi.

Saat ini kita menghadapi tantangan selanjutnya, terutama dengan munculnya varian baru. Tentunya varian akan terus bermunculan selama virus masih diberikan peluang untuk menular, ujarnya.

Mengingat pandemi adalah masalah global, maka tingginya tingkat penularan di berbagai negara di luar Indonesia dapat meningkatkan potensi munculnya varian-varian lain.

Pada akhirnya dapat menyebar tanpa mengenal batas negara dan wilayah. Karena itu, Indonesia juga perlu terus berperan dalam kerja sama global penanganan pandemi.

Pandemi tidak akan berakhir apabila perlindungan terhadap Covid-19 belum merata di dunia, beber Wiku.

Soal liburan Natal dan Tahun Baru (Nataru), Wiku bilang, Indonesia berhasil melalui periode itu tanpa lonjakan kasus Covid-19. Indonesia bahkan berhasil mempertahankan tren penurunan kasus Covid-19. Sementara, di negara-negara lain angka penularan meningkat setelah merebaknya varian Omicron.

Wiku menjelaskan, selama November 2020 sampai Januari 2021 angka kasus Covid-19 terus meningkat. Pada pekan pertama 2021, angka kasus infeksi virus Corona bahkan mencapai 52.694 kasus.

Menurutnya, ada lima provinsi yang memberikan sumbangan kasus paling banyak selama periode itu, yakni DKI Jakarta (13.317 kasus), Jawa Barat (7.832), Jawa Tengah (6.726), JawaTimur (6.375), dan Sulawesi Selatan (3.656). Sedangkan pada awal 2022 hanya terjadi penambahan 1.409 kasus Covid-19. [ DIR ]

Artikel Asli