Pemkab Minta Stop Sementara

Nasional | radarjogja | Published at Kamis, 06 Januari 2022 - 09:21
Pemkab Minta Stop Sementara

RADAR JOGJA Polemik wahana Ngopi in The Sky di Teraskaca Pantai Nguluran, Kalurahan Girikarto, Kapanewon Panggang, mulai ditengahi Pemkab Gununkidul. Bupati melalui perangkatnya meminta pengelola wahana ngopi di atas awan itu menghentikan sementara, sambil menunggu keluarnya hasil kajian dan izin operasional.

Sedikitnya ada tiga organisasi perangkat daerah (OPD) Pemkab Gunungkidul yang mendatangi destinasi Teraskaca kemarin (5/1). Masing-masing dinas pariwisata (dispar), dinas penanaman modal dan pelayanan terpadu (KPMPT) dan dinas perindustrian, koperasi, usaha kecil dan menengah dan tenaga kerja. Kedatangan para pejabat pemkab ini untuk melakukan pantauan langsung ke lapangan.

Jadi kan ramai ya diperbincangkan soal itu (wahana Ngopi in The Sky, Red). Banyak yang mempertanyakan jaminan keselamatan dan lain-lain, ujar Kepala Dinas Perindustrian, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah dan Tenaga Kerja Kabupaten Gunungkidul Purnamajaya kemarin.

Hanya disampaikan, terkait dengan pengawasan standar keamanan wahana, ada di ranah Provinsi DIJ. Menurutnya, belum lama ini sudah ada Disnaker DIJ datang ke Teraskaca. Hasilnya seperti, apa pihaknya belum mendapatkan keterangan. Perkembangan setelah pejabat pemkab bertemu dengan pengelola destinasi wisata bagaimana, Purnamajaya juga belum dapat menarik kesimpulan.

Sekali lagi ya kewenangan ada di provinsi. Tapi kami dari pemkab meminta agar aktivitas wahana Ngopi in he Sky dihentikan sementara, sambil menunggu keluarnya hasil kajian dan izin operasional, ucapnya.
Sementara itu, CEO Teras Kaca Nur Nasution membenarkan kedatangan tamu dari pejabat di lingkungan Pemkab Gunungkidul. Dalam pertemuan itu lebih banyak menanyakan prihal keamanan wahana.

Pihaknya memaklumi penggunaan gondola dan crane barang baru. Bahkan dia mengklaim satu-satunya di Indonesia, sehingga ada pro dan kontra. Di dunia baru ada tujuh dengan view laut lepas dengan ketinggian sekitar 40 meter. Di luar negeri sudah ada wahana seperti itu, katanya.

Hal lain dia menyampaikan, wahana tersebut statusnya masih uji coba. Walau demikian, soal keamanan dia mengaku tanggung jawab. Semua sudah diperhitungkan dengan matang. Pengelola juga telah menerapkan standar operasional prosedur (SOP), termasuk asuransi.

Menanggapi permintaan Pemkab Gunungkidul agar aktivitas wahana itu berhenti sementara, Nur Nasution memilih irit berbicara. Kalau tidak difungsikan justru bisa berkarat. Mengenai perizinan dan yang lain, kami siap melengkapi, tandasnya. (gun/laz)

Artikel Asli