Bagikan Sembako Bergambar Puan Ganjar Tak Keberatan

Nasional | rm.id | Published at Kamis, 06 Januari 2022 - 08:10
Bagikan Sembako Bergambar Puan Ganjar Tak Keberatan

Persaingan antara Ganjar Pranowo dan Puan Maharani berebut kursi Capres PDIP ternyata cuma di atas kertas survei dan relawan saja. Di lapangan, dua kader Banteng ini ternyata akur-akur saja. Terbukti, Gubernur Jateng itu mengaku tak keberatan membagikan sembako bergambar Puan di daerahnya.

Sikap Ganjar yang tak keberatan bagikan sembako bergambar Puan itu, keluar dari mulut Ketua DPC PDIP Solo, FX Hadi Rudyatmo. Rudy merupakan orang dekat dengan Ganjar. Rudy yang mantan Wali Kota Solo ini kerap berada di garda terdepan membela Gubernur Jawa Tengah itu. Khususnya, ketika konflik internal antara kader banteng versus kader celeng, diksi yang dipakai Ketua DPD PDIP Jateng Bambang Wuryanto saat menyentil kader yang mendukung Ganjar sebagai presiden.

Jawaban Rudy itu, spontan keluar ketika ditanya apakah Ganjar ikut membagikan sembako bergambar Puan, yang belakangan ini masif dibagikan di banyak daerah. Tidak terkecuali di kandang Banteng: Jateng.

Kalau Ganjar disuruh membagi (beras bergambar Puan) ya membagi, kata Rudy, usai menerima beras dari anggota DPR Gus Nabil dan Aria Bima di Pendapa Sasana Rahadi Bawana Pucangsawit, Solo, kemarin.

Rudy tidak asal ngecap. dia mengutipnya dari pernyataan yang pernah disampaikan langsung oleh Ganjar kepadanya. Kemarin Ganjar bilang kalau aku disuruh membagi, ya saya bagi kok mas, tuturnya menirukan ucapan Ganjar.

Ia memastikan, tidak ada masalah dengan gambar Puan yang ada di tas sembako maupun kemasan beras yang dibagikan kepada masyarakat. Karena beras tersebut, memang sangat dibutuhkan oleh rakyat kecil.

Kirimi saja gambar Mbak Puan biar dibagi. (Ganjar) kemarin sudah ketemu saya, nggak masalah. Rakyat butuh kok, yakinnya.

Pembagian paket sembako bergambar Puan ini tidak berhenti di Jateng saja. Tapi juga di dapil 128 anggota DPR Fraksi PDIP lainnya, yang tersebar di berbagai daerah lain. Mulai dari Sumatera Utara hingga Papua.

Dapil Sumut I misalnya. Sudah 8.000 paket sembako bergambar Puan yang dibagikan di Medan dan Deli Serdang. Belum Dapil Sumut II, yang sudah 10.000 karung beras terdistribusi. Di kota Batam, Kepulauan Riau juga ada 8.000 paket bantuan yang sama dibagikan. Sebagian diantara penerimanya adalah warga korban banjir.

Pun demikian di daerah-daerah lain, baik di Pulau Jawa-Bali, Kalimantan, Sulawesi, Maluku hingga Papua. Pembagian sembako ini sudah berlangsung sejak 25 Desember tahun lalu.

Ketua DPP PDIP, Hendrawan Supratikno tertawa kecil ketika ditanya soal Ganjar yang bersedia membagikan paket sembako bergambar Puan. Ia memastikan, rivalitas antara Ganjar dan Puan, khususnya antar sesama pendukung di internal hanya dinamika biasa saja.

Tidak ada masalah, sejauh yang saya amati. Semua jaringan struktural partai tahu persis (keputusan soal Capres-Cawapres) dalam AD/ART itu adalah kewenangan Ketum Megawati, cerita Hendrawan dalam obrolan tadi malam, dengan Rakyat Merdeka .

Sejauh ini, sebut dia, kader Banteng masih solid menggelorakan semangat gotong-royong hingga ke akar rumput. Yang dilakukan Bu Puan ini kan realisasi konkret dari semangat gotong royong. Kami berharap hal ini bisa dicontoh partai lain, harapnya.

Ia meyakini, Ganjar masih tegak lurus di bawah komando ketum. Tidak akan kepikiran buat lirik-lirik perahu lain, lantaran punya elektabilitas tinggi di berbagai lembaga survei.

Saya rasa, beliau (Ganjar) adalah kader sejati, karena dia memang dibesarkan oleh PDIP. Dia tidak bisa menafikan itu. Dia tahu persis itu bagian dari keputusan ketum. Karena itu perbedaan pandangan pendapat disikapi biasa saja, terang anggota DPR komisi XI ini.

Kemarin, lanjut Hendrawan, ia sendiri juga turun langsung ke 3 titik lokasi di dapilnya untuk membagikan paket sembako yang sama. Pertama, di kantor DPC PDIP Pemalang, DPC PDIP Pekalongan dan Kantor Desa Subah, Kabupaten Batang, Jawa Tengah.

Sambutannya luar biasa. Bagi mereka, inisiatif membagikan beras lokal sangat membantu, khususnya bagi petani lokal, sebutnya.

Pengamat politik UIN Syarief Hidayatullah, Adi Prayitno menilai, sikap yang ditunjukkan Ganjar yang bersedia membagikan sembako bergambar Puan adalah politik kemuliaan. Setidaknya ini bisa mengurangi rivalitas di ruang publik, kata Adi lewat sambungan telepon, tadi malam.

Bos lembaga survei Parameter Politik Indonesia ini memperkirakan, Ganjar tidak akan kepincut untuk pindah perahu jika suatu saat tidak diusung PDIP. Meskipun punya modal elektabilitas tinggi.

Suka tidak suka, Ganjar besar berkat jubah PDIP. Ganjar berutang besar lah. Kalau melihat saat ini, sulit bagi dia untuk pindah perahu. Ganjar saat ini kan komoditas paling atas ya. Tapi saya yakin Ganjar tetap istiqomah (patuh kepada keputusan Ketum PDIP), tutupnya. [SAR]

Artikel Asli