PKL Masih Pertanyakan Kesiapan Selter

Nasional | radarjogja | Published at Kamis, 06 Januari 2022 - 08:04
PKL Masih Pertanyakan Kesiapan Selter

RADAR JOGJA Para pedagang kaki lima (PKL) Malioboro makin was-was. Karena pemprov maupun pemkot memastikan bulan ini juga merekan akan direlokasi. Tapi kesiapan selter masih dipertanyakan.

Ketua Paguyuban PKL Tridharma Malioboro Rudiarto mengatakan, meskipun tetap akan dipindah Januari ini. Mewakili para pedagang berharap sarana prasarana di selter sudah memadai, askesbilitas untuk wisatawan juga perlu dipastikan agar mereka tetap berkunjung ke lapak-lapak tersebut. Jangan sampai malah enggan masuk, katanya, kemarin (5/1)

Dia mencontohkan, dari sisi lapak masih perlu ada pelengkap, karena untuk batas antarlapak juga belum dipasang. Dimungkinkan kalau tidak dibatasi jangan sampai nanti hanya persoalan lima sentimeter perbedaannya itu jadi masalah bagi teman-teman, katanya.

Sejatinya, lanjut dia, para PKL masih berharap relokasi tersebut bisa ditunda dan tidak dieksekusi Januari ini. Tetapi minimal bisa dilakukan selepas lebaran, sembari mereka diberi waktu untuk menabung menutup keterpurukan dampak pagebluk korona. Mereka beralasan Malioboro baru ramai kembali akhir-akhir ini. Sebenarnya kami tidak menolak, tapi paling tidak, beri kami kesempatan lah untuk menutupi keterpurukan ekonomi akibat pandemi. Kami kan juga harus menyiapkan segala sesuatu, mental dan sebagainya, karena akan ke tempat baru, tambahnya.

Pemkot Jogjs sendiri belum bisa menetapkan waktu relokasi pada Januari ini. Mereka juga masih mengecek kesiapan selter untuk ditempati para pedagang. Wakil Wali Kota Jogja, Heroe Poerwadi (HP) mengatakan, terkait penetapan waktu harus memindah PKL ke 2 tempat baru tidak bisa diputuskan secara sepihak. Pemkot tetap harus menjalin komunikasi dan koordinasi dulu dengan Pemprov DIJ. Kami masih koordinasi terus-terusan ini, akan dilaksanakan kapan (relokasi), katanya.

Meski begitu, hampir seluruh PKL diklaim sudah mendapat penjelasan atau sosialiasi baik dari Pemprov DIJ maupun Dinas Kebudayaan Kota Jogja. Sehingga, dirasa cukup untuk dapat diketahui oleh para pedagang. Jadi tunggu saja, ujarnya.

Sampai sejauh ini, HP belum mendapatkan laporan terkait teknis pemindahan para PKL. Termasuk sistem pembagian lapak antara dua tempat yaitu bekas Kantor Dinas Pariwisata DIJ dan bekas gedung bioskop Indera. Ya itu yang saya belum tahu teknisnya (pembagian lapak). Termasuk apakah memang sudah siap lapaknya, jelasnya.

Sembari itu, kini pemkot masih terus melakukan pengecekan kesiapan selter sebelum ditempati para pedagang. Agar ketika ditempati nanti, seluruh sarana prasarana telah siap secara baik. Dan nyaman bagi pedagang untuk berjualan. Sekarang (selternya) juga masih dicek itu, kesiapan lapak dan sebagainya. Kita kan harus memastikan kesiapannya, sebelum ditempati PKL, tambahnya. (wia/pra)

Artikel Asli