Top, Pemerintah Gercep Perketat Pintu Masuk Dari Luar Negeri

Nasional | rm.id | Published at Kamis, 06 Januari 2022 - 08:00
Top, Pemerintah Gercep Perketat Pintu Masuk Dari Luar Negeri

Pemerintah memperketat sembilan pintu masuk ke Indonesia untuk mencegah penyebaran Covid-19 varian Omicron.

Aturan tersebut tertuang dalam Keputusan Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Nomor 1 Tahun 2022 Tentang Pintu Masuk, Tempat Karantina dan Kewajiban RT-PCR bagi Warga Negara Indonesia Pelaku Perjalanan Luar Negeri.

KPCPEN#PakaiMasker mengunggah meme terkait 9 pintu masuk ke Indonesia bagi Pelaku Perjalanan Luar Negeri (PPLN). Yaitu, Bandara Soekarno Hatta, Juanda Jawa Timur dan Sam Ratulangi Sulawesi Utara.

Pelabuhan Laut yakni, Batam, Tanjung Pinang dan Nunukan, Kalimantan Utara. Sedangkan untuk Pos Lintas Batas Negara adalah Aruk, Entikong dan Motaain.

Ketentuan ini berlaku sejak 1 Januari 2022, ujar KPCPEN#PakaiMasker .

Netizen setuju semua pintu masuk Indonesia untuk perjalanan internasional diperketat. Pembatasan penyebaran varian Omicron agar tidak melebar ke mana-mana wajib dilakukan. Salah satunya, memperketat pintu masuk internasional.

Sampai saat ini kasus Covid-19 varian Omicron mayoritas berasal pelaku perjalanan luar negeri. Karena itu, pintu-pintu masuk, pusat karantina dan isolasi harus diperketat, tegas @ giacintaaja .

Menurut @ KemenkesRI , Pemerintah bergerak cepat alias gercep dengan memperketat pintu masuk negara dan perbatasan, untuk mengantisipasi lonjakan kasus akibat varian Omicron.

Selain itu juga, rutin melakukan pemeriksaan SGTF & WGS bagi pelaku perjalanan yang terkonfirmasi positif virus Corona. Ditambah penguatan layanan kesehatan dan penyediaan farmalkes, katanya.

Senada dilontarkan @ cutsarah . Dia menyebutkan, strategi Pemerintah Indonesia menangani varian Omicron. Antara lain, memperketat pintu masuk negara, fasilitas karantina, hingga meningkatkan vaksinasi dosis lengkap. Jangan lupa tetap disiplin 3M, ujarnya.

Karantina selama 10 hari bagi pelaku perjalanan dari negara yang mengkonfirmasi transmisi komunitas varian Omicron. Sedangkan, karantina 14 hari untuk pelaku terdeteksi positif Omicron, timpal @ mamaciaa .

Akun @ Beltim_Si menyambung. Kata dia, untuk mencegah penularan varian Omicron di Indonesia, Pemerintah telah melakukan surveilans dan karantina diperkuat di pintu masuk udara, laut dan darat.

Pengetatan di pintu kedatangan internasional serta melakukan tes (WGS) dan tes PCR dengan metode (STGF) yang dapat lebih cepat mendeteksi varian Covid-19, ujarnya.

Akun @ AndyWinanto_Aw juga meminta akses keluar masuk WNA/WNI ke Indonesia/ dari Indonesia diperketat. Kalau kedatangan dari perjalanan internasional masuk kategori tidak penting, sebaiknya tidak diizinkan masuk.

Perlu diwaspadai WNI yang ke luar masuk negara lain, harus diperketat supaya rakyat Indonesia tidak jadi korban lagi, tukas @ ZelineZakeishaa .

Akun @ MohArifWidarto menyesalkan pintu masuk internasional yang masih saja buka, meski diperketat. Kata dia, sudah jelas varian Omicron muncul dari luar negeri, pintu masuknya masih saja dibuka.

Padahal, kalau pintu masuk ditutup tentu varian Omicron nggak ada di Indonesia. Sudah punya pengalaman pahit tahun 2020 dengan tidak menutup pintu masuk, lalu tahun 2021 ketika Delta, kok ya diulang lagi, kata dia.

Akun @ ChusnulCh_ mengungkapkan, Pemerintah telah siap jika terjadi lonjakan kasus Covid-19 akibat varian Omicron. Pemerintah telah menyiapkan 1.011 rumah sakit dan 82.168 tempat tidur untuk pasien Covid-19.

Kendati demikian, @ QR_GGS memuji kerja Pemerintah karena berhasil melewati periode libur Natal dan Tahun Baru 2022 tanpa lonjakan kasus. Bahkan, Pemerintah berhasil mempertahankan penurunan kasus di tengah melonjaknya kasus dunia dan tantangan varian Omicron. [TIF]

Artikel Asli