OTT Walikota Bekasi Firli Langsung Tancap Gas

Nasional | rm.id | Published at Kamis, 06 Januari 2022 - 07:50
OTT Walikota Bekasi Firli Langsung Tancap Gas

Di awal tahun ini, Ketua KPK Komjen (Purn) Firli Bahuri langsung tancap gas menyikat koruptor. Kemarin, KPK menangkap Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi. Wali Kota dua periode ini diciduk KPK dalam operasi tangkap tangan (OTT) terkait perkara suap-menyuap.

OTT yang dilakukan KPK terhadap Pepen-panggilan dari Rahmat Effendi, dilakukan sekitar pukul 14.00 WIB di wilayah Kota Bekasi, Jawa Barat. Selain Pepen, ada sejumlah orang yang ikut diamankan KPK dalam OTT tersebut.

Penangkapan politisi Golkar itu berawal dari informasi yang diperoleh KPK terkait adanya dugaan tindak pidana korupsi. KPK kemudian menurunkan Satgas. Hasilnya, Pepen diamankan bersama sejumlah pihak lainnya yang diduga terlibat dalam praktik rasuah.

Hingga pukul 23.30 WIB, KPK belum mengumumkan secara resmi terkait OTT yang melibatkan Wali Kota Bekasi. Sesuai aturan, KPK memang memiliki waktu 1x24 jam untuk menentukan status kepada pihak yang terjaring dalam OTT.

Namun, Firli Bahruri menegaskan, bahwa OTT yang dilakukan Tim dari KPK telah mengamankan sejumlah orang. Salah satu pihak yang ikut diamankan dalam OTT tersebut adalah Rahmat Effendi.

Namun untuk kejelasan soal perkara yang melibatkan Pepen, purnawirawan jenderal bintang 3 itu belum mau berkomentar banyak. Firli hanya memastikan, lembaga antirasuah yang dipimpinnya itu, akan menjelaskan konstruksi perkara dalam kegiatan tangkap tangan tersebut.

Kita masih bekerja. Tolong bersabar beri waktu untuk kami bekerja. Nanti pada saatnya kami akan sampaikan ke publik. Mohon kami bekerja dulu, jawab Firli.

Di saat belum ada kejelasan dari KPK, justru pada pukul 22.50 WIB, Pepen tiba di Gedung Merah Putih. Pepen keluar dari mobil hitam yang berhenti di depan lobi Gedung KPK.

Saat keluar dari mobil, pria berkepala plontos itu belum mengenakan jaket orange, seperti koruptor lainnya.

Pepen mengenakan kaos hijau tangan panjang yang dibalut rompi berwarna biru dongker dan masker putih di wajahnya. Tangannya juga belum diborgol. Terlihat, seorang pria yang merupakan kuasa hukumnya, sempat memberikan selembar kertas putih kepada Pepen.

Ia berjalan sambil menunduk, di kawal petugas KPK dan kepolisian. Matanya sayu, air mukanya tampak murung. Tidak ada sepatah kata pun yang keluar dari mulutnya ketika diberondong awak media, saat memasuki gedung KPK.

Orang nomor satu di Bekasi itu, langsung digelandang ke ruang pemeriksaan, di lantai 2. Pepen tetap menunduk sambil menatap satu-persatu anak tangga yang dinaiki bersama 2 petugas KPK.

Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron memberi sedikit bocoran. Ia menyebut Tim Satgas KPK sempat mengamankan sejumlah uang dalam OTT itu. Tapi, ia tidak menyebut berapa jumlahnya. Karena masih dalam proses perhitungan tim penindakan KPK. Beberapa pihak kami amankan bersama sejumlah uang, kata Ghufron, kemarin.

Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri juga memberi sedikit clue . Bahwa penangkapan Pepen terkait dengan lelang jabatan dan beberapa proyek di Bekasi.

Tindak lanjut atas laporan masyarakat yang diterima KPK, ungkapnya kemarin.

Seperti diketahui, selain Pepen, di era kepemimpinan Firli, sudah ada sejumlah kepala daerah yang terjerat dalam kasus korupsi. Sepanjang 2021, ada 9 kepala daerah, terdiri dari 8 Bupati/Wali Kota dan 1 Gubernur yang ditangkap karena perkara korupsi.

Kesembilan kepala daerah itu, yakni Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Adullah, Wali Kota Tanjung Balai M. Syahrial, Bupati Probolinggo Puput Tantriana Sari, Bupati Banjarnegara Budhi Sarwono, Bupati Nganjuk Novi Rahman Hidayat, Bupati Kolaka Timur Andi Merya Nur, Bupati Kuantan Singingi Andi Putra, Bupati Musi Banyuasin Dodi Reza Alex Nurdin dan Bupati Hulu Sungai Utara Abdul Wahid.

Di akhir tahun kemarin, Firli melaporkan hasil capaian dari kinerja KPK sepanjang 2021. Eks Kapolda Sumsel ini mengakui, sepanjang 2021, lembaga yang dipimpinnya banyak mendapatkan kritik dan masukan dari berbagai pihak. Namun, Firli menegaskan, bahwa jajarannya selama tahun 2021, menjawab kritik dengan kerja nyata.

Capain ini dapat diketahui publik dan sudah kami laporkan langsung kepada publik, pemerintah dan wakil rakyat di Senayan, kata Firli, Jumat (31/12/2021).

Adapun capaian yang telah dilakukan KPK sepanjang 2021, kata Firli, yakni berupa penanganan perkara korupsi. Penyelidikan mencapai 127 perkara, penyidikan 105, penuntutan 108, kasus inkracht 90, eksekusi putusan 94 dan dengan jumlah tersangka 123 ditahan. [SAR]

Artikel Asli