Covid-19 Melonjak, tapi Terkendali

Nasional | koran-jakarta.com | Published at Kamis, 06 Januari 2022 - 07:51
Covid-19 Melonjak, tapi Terkendali

JAKARTA - Penanganan Covid-19 di Jakarta masih terkendali menyusul adanya permintaan dari Satgas Penanganan Covid-19 agar Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mengatasi lonjakan kasus varian Omicron dalam waktu dua pekan.
"Penularan Covid-19 varian Omicron di Jakarta meskipun dalam beberapa hari terakhir ada peningkatan tapi masih terkendali. Kita juga bersyukur tidak ada yang meninggal dunia," kata Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria, di Gedung DPRD DKI Jakarta, Rabu (5/1).
Riza berharap, penyebaran kasus Covid-19 di Jakarta bisa segera melandai. Perununan kasus Covid-19 ini tidak bisa hanya dari regulasi dan kebijakan pemerintah, tapi juga harus didukung dari perilaku disiplin warga Jakarta.
"Kami meminta warga tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan dalam menjalani aktivitas sehari-hari," tuturnya.
Sebelumnya, Satgas Penanganan Covid-19 meminta Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatasi peningkatan kasus virus korona.
Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito, menyatakan, ada penambahan 1.409 kasus positif Covid-19 secara nasional pada pekan ini, lebih tinggi dibanding pekan sebelumnya yakni 1.215.
DKI Jakarta dan Kepulauan Riau menjadi dua provinsi yang menyumbang pertambahan kasus Covid-19 tertinggi, bahkan menjadi penyumbang kasus terbanyak selama empat kali berturut-turut.

Bertambah 90 Kasus
Wagub menyebut kasus Covid-19 varian Omicron di Ibu Kota bertambah 90 kasus sehingga total terkonfirmasi positif varian baru itu saat ini berjumlah 252 orang. "Yang dari kasus impor 239 kasus dan transmisi lokal 13 kasus," kata Riza.
Politikus Gerindra tersebut menyebutkan bahwa saat ini seluruh pasien positif dirawat di dua tempat yakni RSPI Sulianti Saroso dan RSDC Wisma Atlet Kemayoran.
Mengingat mayoritas pasien terpapar Covid-19 varian Omicron adalah pelaku perjalanan dari luar negeri, mantan anggota DPR itu mengingatkan warga Jakarta yang kini masih berada di luar negeri untuk tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan untuk mencegah Covid-19.
Tujuannya, lanjut dia, agar pelaku perjalanan tidak terinfeksi Omicron dan menularkan ke orang lain ketika kembali ke Jakarta. "Jadi, yang masih di luar negeri mohon menjadi perhatian, jangan sampai di sana lepas masker, tidak melaksanakan prokes di luar negeri tahu-tahu nanti di sana kena Omicron kemudian masuk Jakarta membawa Omicron," ujar dia.
Sebagai langkah antisipasi transmisi lokal varian Omicron, Riza menyebut DKI Jakarta mengikuti arahan yang sudah disampaikan pemerintah pusat. "Antisipasi sudah disampaikan pemerintah pusat, Satgas pusat, harus melaksanakan prokes, pastikan mendapatkan vaksin. Ketiga, semua dilakukan disinfektan, dibersihkan dimana pun lingkungan kita berada. Keempat tidak kalah penting, yang berangkat kembali ke Jakarta harus ada tes PCR lagi, kemudian harus dikarantina dan sebagainya," ujarnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan DKI Jakarta Dwi Oktavia Handayani menyebut ada enam kasus transmisi lokal terinfeksi varian baru Omicron. Salah satunya adakah seorang pengusaha yang memiliki riwayat perjalanan dari Medan ke Jakarta.
"Kelihatannya masa penularannya memang waktu beraktivitas di Jakarta. Karena pengusaha ya, jadi banyak bertemu orang," kata dia saat dihubungi.
Transmisi lokal selanjutnya, kata dia, menjangkiti dua petugas kebersihan di Wisma Atlet Jakarta, sepasang suami-istri yang memiliki riwayat perjalanan di dalam Indonesia dan seorang pekerja restoran. "Itu kasus di Jakarta yang kami laporkan," ujar dia.
Dwi memaparkan sampel keenam pasien ini diperiksa varian virusnya dengan metode genome sequencing.

Artikel Asli