Pancasila Menjadi Jaminan Kebebasan Beragama

Nasional | koran-jakarta.com | Published at Kamis, 06 Januari 2022 - 07:34
Pancasila Menjadi Jaminan  Kebebasan Beragama

JAKARTA - Pancasila menjadi jaminan bahwa negara melindungi kebebasan masyarakat untuk memeluk dan menjalankan kegiatan keagamaan. Penegasan ini disampaikan Wakil Presiden Ma'ruf Amin, saat meresmikan enam tempat ibadat di Universitas Pancasila, Jakarta, Rabu (5/1).

"Pancasila menjadi jaminan bahwa negara melindungi kebebasan memeluk agama, sekaligus mengakomodasi penyelenggaraan aktivitas keagamaan," kata Wapres. Sebagai dasar negara, Pancasila sejalan dengan nilai-nilai agama yang dianut masyarakat Indonesia. Hal itu juga menunjukkan pluralitas agama harus disyukuri dan dipelihara seluruh masyarakat.

Enam rumah ibadah yang dibangun adalah Gereja Kristen Graha Layanan Kristen, Gereja Katolik Santo Petrus,Masjid At-Taqwa, Pura Widya Santika, Vihara Dhamma Sasana, dan Kelenteng Kebajikan Agung.

"Keberagaman apabila dirawat dengan toleransi, akan menjadi kekayaan luar biasa. Ini jarang dimiliki bangsa lain," tegasnya. Untuk menjaga keberagaman di tengah kemajemukan bangsa, Wapres mengingatkan, toleransi menjadi kunci utama. Ini harus dilakukan seluruh masyarakat.

Dengan menjunjung tinggi toleransi antarumat, tambahnya, bangsa Indonesia dapat terhindar dari upaya memecah persatuan seperti radikalisme dan ekstremisme. "Toleransi adalah kuncinya. Toleransi membimbing kita pada moderasi beragama, sehingga terhindar dari fanatisme yang dapat mengarah pada fundamentalisme, radikalisme, dan ekstremisme," jelasnya.

Wapres menambahkan, kerukunan antarumat beragama mendapat pengakuan dari negara lain, karena nilai-nilai toleransi di berbagai daerah akan dikembangkan ke seluruh dunia. Majelis Hukama Al Muslimin, yang merupakan badan independen cendekiawan muslim lintas negara, pernah datang menemui Wapres dan menyatakan keinginan mereka belajar tentang toleransi antarumat beragama Indonesia.

"Ini saya kira kebanggaan, karena kita bisa merawat toleransi," ujarnya. Maka, Wapres berharap seluruh masyarakat dapat terus menjaga toleransi antarumat, sehingga kerukunan tetap terjaga.

Jangan hanya Simbol

Sementara itu, berkaitan dengan pembangunan rumah ibadah enam agama yang berdekatan di Universitas Pancasila Jakarta, jangan hanya menjadi simbol toleransi. "Toleransi harus terwujud antarumat beragama di Indonesia," katanya.

Wapres menilai, pembangunan rumah ibadah agama-agama secara berdekatan harus juga menjadi cermin sikap saling menghargai. Dia berharap, dengan ada rumah ibadah berbagai agama yang berdekatan itu dapat semakin memperkuat toleransi dan mewujudkan kerukunan antarumat beragama. "Lebih dari itu, ini juga harus memudahkan koordinasi dan kerja sama lintas agama, serta menjadi perekat bangsa," kata dia. Ia mengapresiasi pembangunan rumah ibadah enam agama di komplek Universitas Pancasila Jakarta karena menunjukkan komitmen perguruan tinggi dalam mengamalkan nilai-nilai Pancasila.

"Ini menunjukkan komitmen Universitas Pancasila dalam memantapkan pengamalan nilai-nilai luhur Pancasila dan mengokohkan toleransi antarumat beragama," katanya.

Universitas Pancasila dengan demikian menjadi satu-satunya perguruan tinggi swasta di Indonesia yang memiliki rumah ibadah enam agama. Pembangunan rumah ibadah enam agama itu diharapkan menjadi perekat persatuan dan kesatuan masyarakat Indonesia.

Artikel Asli