Realisasi Pendapatan APBD Jatim 2021 Tertinggi Nasional

Nasional | jawapos | Published at Kamis, 06 Januari 2022 - 07:27
Realisasi Pendapatan APBD Jatim 2021 Tertinggi Nasional

JawaPos.com Meski masih berada di situasi pandemi Covid-19, realisasi pendapatan APBD Jawa Timur 2021 menempati peringkat pertama nasional. Yakni mencapai 103,97 persen. Dari target pendapatan Rp 32,9 triliun, sampai dengan 31 Desember 2021, telah terealisasi Rp 34,2 triliun.

Peringkat kedua ditempati Provinsi Gorontalo sebesar 102,28 persen. Sedangkan peringkat ketiga ditempati Provinsi Jawa Barat sebesar 102,07 persen.

Hal ini patut kita syukuri, karena di tengah pandemi Covid-19 yang belum juga berakhir kesadaran masyarakat untuk membayar pajak sangat baik, ungkap Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa di Gedung Negara Grahadi, Rabu (5/1).

Khofifah selanjutnya merinci realisasi pendapatan daerah Provinsi Jawa Timur yaitu

pendapatan asli daerah (PAD), ditargetkan Rp 17,1 triliun terealisasi Rp 18,9 triliun atau 110,50 persen. Yakni terdiri atas pajak daerah ditargetkan Rp 14,2 triliun terealisasi Rp 15,4 trilyun (108,25).

Dia menjelaskan, pajak daerah itu berasal dari pajak kendaraan bermotor (PKB) ditargetkan Rp 6,4 trilyun terealisasi Rp 6,8 triliun (107,41 persen), Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) ditargetkan Rp 3,1 triliun terealisasi Rp 3,8 triliun (120,86 persen), Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB) ditargetkan Rp 2 triliun terealisasi Rp 2,2 trilyun (108,99 persen).

Selain itu, Pajak Air Permukaan (PAP) ditargetkan Rp 30 miliar terealisasi Rp 38,4 miliar (128,03 persen), Pajak Rokok (PR) ditargetkan Rp 2,5 triliun terealisasi Rp 2,4 triliun (94,20 persen). Untuk Retribusi Daerah ditargetkan Rp 110,3 miliar terealisasi Rp 110,6 miliar (100,33 persen), Hasil Kekayaan Daerah Yang Dipisahkan ditargetkan Rp 404,5 miliar terealisasi Rp 408,6 miliar (101,03 persen).

Lain-lain PAD Yang Sah ditargetkan Rp 2,3 triliun terealisasi Rp 3 triliun (126,45 persen),

Sedangkan Pendapatan Transfer ditargetkan Rp 15,6 triliun terealisasi Rp 15,1 triliun atau (97,12 persen) dan Lain-lain Pendapatan Daerah Yang Sah ditargetkan Rp 200,2 miliar terealisasi Rp 151 miliar (75,45 persen).

Dari sumber-sumber pendapatan daerah tersebut, PAD Jawa Timur mampu memberikan kontribusi terbesar terhadap pendapatan daerah Pemerintah Provinsi Jawa Timur pada tahun anggaran 2021, yaitu 55,23 persen, terang Khofifah.

Khofifah menjelaskan, untuk belanja daerah dalam Perubahan APBD tahun anggaran 2021 direncanakan sebesar Rp 36,6 triliun, terealisasi Rp 33,7 triliun atau 92,14. Terdiri atas belanja operasi, belanja modal, belanja tidak terduga, serta belanja transfer.

Saya berharap realisasi pendapatan daerah yang cukup strategis ini dapat dibarengi peningkatan belanja daerah yang bersifat produktif. Sehingga, dapat meningkatkan daya beli masyarakat dan menggerakkan pertumbuhan ekonomi daerah diberbagai sector, kata Khofifah.

Khofifah optimistis dengan semakin melandainya kasus Covid-19 di Jawa Timur, ditambah tingkat vaksinasi yang terus meningkat, pemulihan ekonomi dapat berjalan lebih cepat dan progresif.

Artikel Asli