Kesal dengan Orang Tua, Remaja di Jonggol Pura-Pura Diculik

Nasional | republika | Published at Kamis, 06 Januari 2022 - 07:25
Kesal dengan Orang Tua, Remaja di Jonggol Pura-Pura Diculik

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR -- Remaja putri berinisial TA (14 tahun) di Kecamatan Jonggol, Kabupaten Bogor, kabur dari rumahnya dan membuat kabar bohong soal penculikan. Saat ini polisi sudah berhasil menemukan remaja tersebut.

Kapolsek Jonggol, Kompol Sularso, mengatakan peristiwa tersebut bermula saat TA dikabarkan oleh orang tuanya pamit meninggalkan rumah untuk membeli bedak di minimarket pada Senin (3/1). Sekitar pukul 21.00 WIB, orang tua TA mendapat kabar dari teman anaknya jika TA dibawa oleh pria yang tidak dikenal menggunakan sepeda motor.

Setelah memberitahu itu, tidak lama handphone TA mendadak tidak aktif ketika dicoba dihubungi, kata Sularso dalam keterangannya, Rabu (5/1).

Keesokan harinya, sambung dia, Polsek Jonggol mendapatkan laporan adanya dugaan penculikan terhadap TA dan juga sempat viral di media sosial Facebook. Dari situ, polisi melakukan penyelidikan dan memeriksa saksi-saksi.

Ternyata berita perihal hilangnya TA yanh diduga diculik sudah tersebar viral di media sosial Facebook. Kami langsung bergerak cepat dengan Kasat Reskrim, setelah itu Reskrim dengan dibantu oleh Unit Resmob Polres Bogor melakukan penyelidikan, jelasnya.

Keesokan harinya pada Selasa (4/1) dini hari sekitar pukul 02.00 WIB, polisi berhasil menemukan keberadaan TA di wilayah Citra Indah. Sularso mengatakan, anggota pun bergerak ke lokasi dan menemukan remaja tersebut tertidur di sebuah warung kopi.

Ia mengungkapkan, usai dibawa ke Polsek Jonggol, TA mengaku sengaja meninggalkan rumah karena dimarahi oleh orang tuanya. Remaja tersebut juga dengan sengaja berbohong jika dibawa oleh laki-laki yang tidak dikenal dengan sepeda motor, hingga akhirnya kabar bohong tersebut viral di media sosial.

Jadi informasi TA diculik tidak benar, dia pergi dari rumah kehendak sendiri karena tekanan orang tua. Dan pesan yang dikirimkan TA ke temannya dan disampaikan kepada orangtua kalau dibawa laki laki juga tidak benar, hanya rekayasa dia (TA), pungkasnya.

Artikel Asli