Sekolah Tatap Muka Aman Jika Sudah Vaksinasi Lengkap

Nasional | rm.id | Published at Kamis, 06 Januari 2022 - 07:10
Sekolah Tatap Muka Aman Jika Sudah Vaksinasi Lengkap

Sejumlah sekolah sudah mulai melaksanakan Pembelajaran Tatap Muka (PTM). Seluruh daerah diminta tetap waspada meski kasus turun. Soalnya, pandemi belum berakhir.

Wakil Presiden (Wapres) Maruf Amin mengingatkan, langkah antisipatif yang harus dilakukan, yakni menerapkan protokol kesehatan (prokes) dan memperluas cakupan vaksinasi Covid-19.

Pemerintah sudah mengantisipasi agar tetap menjalankan protokol kesehatan lalu vaksinasi, ujar Maruf usai meresmikan enam rumah ibadah di Universitas Pancasila, Jakarta, kemarin.

Supaya PTM aman, dia menyarankan semua orang di lingkungan sekolah sebaiknya sudah menerima vaksin dosis lengkap.

Mantan Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) ini juga menuturkan, Pemerintah merencanakan pemberian vaksin penguat atau booster dosis ketiga pada pertengahan Januari 2022.

Selain itu, Maruf mendorong penggunaan aplikasi PeduliLindungi di sekolah-sekolah. Sehingga, mereka yang masuk di sekolah itu sudah memang steril, ucapnya.

Terpisah, Ketua Umum Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Piprim Basarah Yanuarso menilai, PTM tak bisa hanya mengandalkan disiplin prokes. Tapi mesti diiringi vaksinasi.

Soalnya, tak ada yang bisa menjamin anak-anak bakal mematuhi prokes. Khususnya, saat berangkat dan pulang dari sekolah.

Rekomendasi IDAI, para guru dan karyawan sekolah itu 100 persen harus sudah mendapatkan vaksinasi dosis lengkap, beber Piprim.

Menurutnya, jika masih ada yang belum mendapat vaksin lengkap atau sama sekali belum divaksinasi, hal itu berpotensi mengancam keberlangsungan PTM.

Sebab, dia bisa menularkan Covid-19 di dalam sekolah. Nanti bisa bubar semua, tegasnya.

Menurutnya, vaksin juga membuat orang tua lebih percaya diri alias pede untuk melepas anaknya belajar di sekolah. Saat ini, Piprim menilai, masih banyak orang tua yang sebetulnya keberatan.

Dalam kesehatan itu aspek pencegahan promotif preventif itu harus lebih kita utamakan, daripada kejadian baru kemudian heboh untuk memadamkannya, tutur Piprim.

Karena itu, idealnya, PTM dilaksanakan setelah 100 persen lingkungan sekolah mendapatkan vaksinasi dosis lengkap. Menurutnya, hanya butuh waktu dua minggu bagi vaksin untuk membentuk kekebalan tubuh terhadap virus Corona.

Kenapa kita tidak sabar untuk menunggu sebentar lagi sampai anak-anak SD itu mendapat lengkap 2 kali vaksinasi, tegasnya.

IDAI juga meminta PTMtidak diwajibkan. Pihak sekolah dinilai perlu memberikan opsi bagi anak-anak untuk belajar di rumah. Khususnya, bagi yang belum mendapatkan vaksin lengkap.

Pilihannya adalah hybrid 50 persen. Jadi, tidak semuanya penuh ada di sekolah, tandas Piprim. [JAR]

Artikel Asli