PTM 100 Persen Perlu Ditinjau Ulang

Nasional | koran-jakarta.com | Published at Kamis, 06 Januari 2022 - 07:03
PTM 100 Persen Perlu Ditinjau Ulang

JAKARTA - Pembelajaran Tatap Muka (PTM) 100 persen di sekolah perlu ditinjau ulang. Hal ini mempertimbangkan peningkatan kasus Covid-19 varian Omicron di Indonesia. Demikian disampaikan Komisioner Bidang Pendidikan, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Retno Listyarti, dalam keterangannya, di Jakarta, Rabu (5/1).

"KPAI mendorong kementerian terkait dan dinas pendidikan seluruh Indonesia untuk mempertimbangkan kembali menggelar PTM 100 persen," ujarnya. Dia menambahkan, PTM 100 persen bisa ditunggu selama 14 hari mengingat adanya momen liburan Natal dan tahun baru.

Dia menerangkan, Kemendikbudristek sudah mengizinkan 59 persen sekolah mengelar PTM 100 persen. Adapun pertimbangannya karena situasi pandemi Covid-19 dianggap sudah mulai membaik pada akhir tahun dan level PPKM juga menurun.

Menurut Retno, DKI Jakarta telah menggelar PTM 100 persen mulai Senin, 3 Januari 2021 secara serentak di semua jenjang pendidikan mulai PAUD/TK sampai SMA/SMK/sederajat. Namun, pada 4 Januari 2021, dalam Instruksi Mendagri Nomor 1 tahun 2022 tentang PPKM Level 3, 2 dan 1 di Jawa-Bali, Jakarta dinyatakan sebagai wilayah PPKM level 2.

"Artinya level DKI naik yang semula berada di PPKM level 1 ke 2 dan kasus Omicron terbanyak berada di wilayah DKI Jakarta," jelasnya.

Lebih jauh, Retno menekankan, pemerintah pusat dan daerah harus mempercepat serta memeratakan vaksinasi anak usia 6 -11 tahun seluruh Indonesia. Minimal mencapai 70 persen.

Dia memaparkan, vaksinasi anak usia 12-17 tahun saja yang sudah mulai Juli 2021 belum mencapai 70 persen.

Vaksinasi usia 6-11 tahun harus diakselerasi untuk mendukung PTM 100 persen. "Oleh karena itu, pemerintah perlu kerja keras mempercepat dan pemerataan vaksinasi," ucapnya. Retno
mengatakan, KPAI mendorong dinas-dinas pendidikan dan kantor kementerian agama untuk menunda PTM bagi siswa TK dan SD.

Menurutnya, PTM baru bisa dilaksanakan setelah peserta didiknya diberikan vaksinasi lengkap 2 dosis. "Hal ini demi menjamin pemenuhan hak hidup dan hak sehat anak-anak saat PTM digelar," tandasnya.

Berbeda
Sejumlah daerah melaksanakan kebijakan PTM secara berbeda. Di Surabaya, misalnya, belum bisa memutuskan PTM 100 persen. Anggota Komisi D DPRD Surabaya, Herlina Harsono Njoto, usai rapat dengar pendapat dengan dinas pendidikan menyatakan, perlu konsep jelas terkait PTM 100 persen. Ia mengaku belum menangkap adanya konsep yang jelas terkait PTM.

"Ini harus ditentukan konsepnya. Dalam PTM harus ada konsistensi dan kontinuitas pelaksanaannya. Selain itu, terencana, terjadwal, dan rutin. Tidak hanya masuk ketika sekolah siap saja. Kebiasaan baru, pola baru, adaptasi mutlak," ujarnya.

Sementara itu, Pemkab Cianjur, tetap menerapkan PTM mulai dari 75 persen hingga 100 persen, meski Cianjur berstatus level 2. PTM 100 persen diterapkan untuk sekolah yang jumlah siswanya di bawah 300.

Bupati Cianjur, Herman Suherman, mengatakan meski berdasarkan aturan, batas PTM di level 2 sebanyak 50 persen, saat ini status level tersebut sebatas administrasi. Sebab berdasarkan asesmen, Cianjur sudah berstatus level 1.

Artikel Asli