Universitas Harus Jadi Tulang Punggung "Entrepreneurship"

Nasional | koran-jakarta.com | Published at Kamis, 06 Januari 2022 - 07:06
Universitas Harus Jadi Tulang Punggung "Entrepreneurship"

JAKARTA - Universitas diharapkan dapat menjadi tulang punggung ekosistem entrepreneurship, sehingga banyak bermunculan para wirausahawan sekitar universitas berada. Demikian pandangan pendiri Achmad Zaky Foundation, Achmad Zaky, dalam talkshow Startup Campus, di Jakarta, Rabu (5/1).

"Harapan saya universitas-universitas ini menjadi backbone pertumbuhan ekosistem entrepreneurship," ujarnya. Dia menyebut, laporan Startup Genome menunjukkan, hanya DKI Jakarta yang memiliki ekosistem entrepreneur kuat. Achmad menilai, antaruniversitas harus berkolaborasi untuk membuat kultur kewirausahaan di kota tersebut. Selain itu, venture capital dan pemerintah harus memberikan dukungan dan semangat.

"Makin banyak entrepreneur, tambah terbuka lapangan pekerjaan. Kalau banyak lapangan kerja, negara akan maju," jelasnya.

Lebih jauh, Mantan CEO Bukalapak ini menilai, minat mahasiswa malah menurun untuk menjadi seorang pengusaha setelah lulus. Hal itu terjadi akibat berkembangnya unicorn di Indonesia, sehingga mahasiswa ingin menjadi pekerja di perusahaan tersebut.

Dia menilai, kecenderungan itu juga dipengaruhi orang perusahaan yang datang ke kampus untuk merekrut mahasiswa calon lulusan. Hal ini dinilai mengalihkan perhatian mahasiswa dari keinginan membuat usaha. "Perusahaan seharusnya bisa turut membantu kehadiran entrepreneur, sehingga mahasiswa memiliki kultur dan mental wirausaha.

Sementara itu, Guru Besar School of Business and Management (SBM) Institut Teknologi Bandung (ITB), Wawan Dhewanto menilai, program kewirausahaan pemerintah saat ini sudah bagus. Hanya, perlu payung hukum untuk memperkuat program agar bisa berkelanjutan.

"Kalau ada payung hukum, kewirausahaan bukan program sesaat, tapi membangun ekosistem dalam jangka panjang," katanya. Wawan juga minta, para dosen untuk berkontribusi dengan mencetak mahasiswa menjadi pengusaha. Menurutnya, kontribusi kecil tersebut jika terakumulasi bisa memajukan Indonesia.

"Ini mestinya bisa bermanfaat untuk negara tercinta. Kalau hanya jadi karyawan perusahaan yang investornya dari luar negeri, berat," ucapnya.

Artikel Asli