Akses Jaga Stabilitas Harga Makin Luas Holding BUMN Pangan Mesti Semakin Lincah

Nasional | rm.id | Published at Kamis, 06 Januari 2022 - 06:50
Akses Jaga Stabilitas Harga Makin Luas Holding BUMN Pangan Mesti Semakin Lincah

Pemerintah resmi membentuk holding BUMN Pangan. Keberadaannya diharapkan lebih optimal dalam menjaga stabilitas harga pangan.

Presiden Jokowi telah menandatangani Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 118 Tahun 2021 tentang Penambahan Penerimaan Penyertaan Modal Negara (PMN) untuk PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) atau RNI pada 31 Desember 2021. PMN itu berupa saham yang ada di anggota BUMN Pangan yakni di PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (Persero) atau PPI, PT Sang Hyang Seri (Persero) atau SHS, PT Perikanan Indonesia (Persero) atau Perindo, PT Berdikari (Persero) dan PT Garam (Persero) dialihkan ke RNI.

Menteri BUMN Erick Thohir berharap, adanya Holding BUMN Pangan ini dapat menciptakan transformasi ekosistem pangan.

Dari banyaknya transformasi yang sudah kita lakukan (di BUMN), sektor pangan akan menjadi fokus utama tahun ini, ucap Erick, di Jakarta, Senin (3/1)

Dia meminta, Holding BUMN Pangan fokus pada pembenahan sistem rantai pasok ( supply chain ) pangan yang berorientasi pada pasar.

Direktur Utama RNI Arief Prasetyo Adi menjelaskan, sesuai PP 118 tahun 2021 Pasal 4, pihaknya resmi sebagai Pemegang Saham dari lima Perseroan Terbatas tersebut.

Ditandatanganinya PP ini menjadi dasar terbentuknya Holding BUMN Pangan dan RNI ditetapkan sebagai induk holding BUMN Pangan, ujarnya, melalui siaran pers, Senin (3/1).

Selanjutnya, RNI akan segera mengagendakan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) inbreng (pemasukan saham atau aset) Holding Pangan.

Tak hanya itu, perseroan juga sedang mempersiapkan new brand untuk Holding BUMN Pangan, yang rencananya akan grand launching dalam waktu dekat.

Semoga, bulan ini bisa direalisasikan (akta inbreng dan peluncuran new brand ), harapnya.

Ia menilai, terbentuknya Holding BUMN Pangan ini telah sejalan dengan visi dan misi Pemerintah dalam melaksanakan transformasi di sektor pangan.

Holding Pangan merupakan BUMN yang disiapkan Pemerintah untuk mendukung peningkatan ketahanan pangan nasional, katanya.

Untuk itu, hadirnya holding ini akan menciptakan transformasi ekosistem pangan yang terintegrasi dari hulu hingga hilir. Sehingga, hal ini akan menjadi solusi untuk meningkatkan inklusivitas dan kesejahteraan para petani, peternak dan nelayan. Mengingat, kekayaan alam Indonesia membentang dari Sabang hingga Merauke.

Dari hulu melalui pengolahan hasil pertanian, dari kekayaan hasil laut, kami akan memberikan kualitas pangan yang lebih baik hingga ke tangan konsumen, janjinya.

Dihubungi terpisah, pengamat pertanian Institut Pertanian Bogor (IPB), Dwi Andreas Santoso menyambut baik terbentuknya holding pangan.

Sebab, holding ini terdiri dari sejumlah BUMN yang bergerak di sektor pangan dan menjadi kepanjangan tangan Pemerintah untuk merealisasikan program-program ketahanan pangan nasional.

Transformasi di BUMN pangan sudah pasti terjadi. Dengan holding ini, kekuatan perusahaan tak hanya dari sisi penambahan modal saja, tetapi juga keterjangkauan akses. Baik ke petani, peternak maupun nelayan, kata Dwi kepada Rakyat Merdeka .

Karenanya, holding pangan ini harus bisa mendorong keterlibatan seluruh petani, peternak dan nelayan untuk meningkatkan rantai pasok pangan di Indonesia.

Harapan kami, semoga segala yang berkaitan dengan pangan benar-benar bisa terintegrasi nantinya, harapnya.

Penelitian Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia ini menilai, RNI selama ini mampu menjaga stabilitas harga komoditas pangan di tingkat konsumen. Dengan ditunjuk sebagai induk holding, Dwi berharap, RNI dapat meningkatkan peranan semua perusahaan pelat merah di bawahnya.

Jadi ke depan, harus bisa bergerak lebih lincah. Karena sekarang sudah dikelola dalam satu holding. Tarik menarik antar kepentingan jangan sampai terjadi lagi. Semuanya, sudah makin efisien sekarang, katanya.

Ia pun meminta, program-program pangan yang dimiliki BUMN bisa menciptakan multiplier effect , yang berujung pada peningkatan kesejahteraan petani, peternak dan nelayan.

Artinya, BUMN tak hanya mengedepankan profit oriented semata, tetapi juga mampu meningkatkan hasil produksi pangan di Indonesia. Baik melalui pemberian pupuk berkualitas, pembukaan lahan pertanian maupun perkebunan hingga pengadaan infrastruktur yang dibutuhkan.

Sekaligus, menjadi offtaker hasil panen. Dengan begitu, stabilitas harga pangan tetap terjaga. Sebab, imbuhnya, ketahanan pangan erat kaitannya dengan produksi pangan.

Yang produksi kan petani. Lewat holding ini, tinggal bagaimana memiliki program yang bisa mendorong mereka agar hasil produksinya meningkat. Dan kesejahteraannya juga ikut meningkat, pungkasnya. [IMA]

Artikel Asli