Seorang Santri Tewas, Satu Masih Dicari

Nasional | radarjogja | Published at Kamis, 06 Januari 2022 - 06:43
Seorang Santri Tewas, Satu Masih Dicari

RADAR JOGJA Kecelakaan air terjadi di Sungai Elo, Magelang, yang mengakibatkan dua santri dari Pondok Pesantren Al Lulu Wal Marjan tenggelam dan hanyut terbawa arus Rabu (5/1). Setelah mendapatkan laporan, tim gabungan pun langsung bergerak menuju lokasi dan melakukan proses pencarian.

Koordinator Unit Siaga SAR Borobudur Basuki mengatakan, pihaknya mendapat laporan sekitar pukul 11.00. Sedangkan berdasarkan informasi yang dihimpun dari para saksi, kedua santri itu tenggelam sekitar pukul 10.45. Kedua santri itu bernama Fazril Fadhillah Adha, 14, dan Baelghy, 14. Keduanya masih duduk dibangku SMP kelas 7.

Basuki menjelaskan, mulanya 20 santri yang dipimpin seorang pengajar melakukan pembelajaran Bahasa Arab di alam terbuka. Saat itu, gurunya sudah memberi peringatan agar tidak terlalu jauh ke dalam sungai. Saat itu seorang santri hanyut dan ada santri yang hendak menolong. Namun tidak bisa. Justru ikut hanyut, tenggelam bersama, dan dilaporkan hilang, tutur Basuki.
Setelah beberapa jam proses pencarian, sekitar pukul 14.14 santri bernama Fazril Fadhilla ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa. Jaraknya sekitar 200 meter dari lokasi kejadian. Kondisi korban masih utuh, termasuk pakaiannya, ujar Basuki.

Kapolres Magelang AKBP Muchammad Sajarod Zakun menyebutkan, dari kedua santri itu hanya satu yang sudah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Satu santri masih dalam tahap pencarian. Jika pukul 17.00 belum ditemukan, kami lanjutkan pencarian besok pagi (hari ini, Red), jelasnya.
Hal itu dilakukan, mengingat situasi dan kondisi yang tidak memungkinkan jika pencarian terus dilanjutkan. Kapolres mengatakan, kondisi tersebut menjadi bagian dari prosedurnya. Terutama menelusuri secara mendalam kronologi kejadiannya. Apakah kelalaian dari ponpes atau murni dari santrinya, tegasnya.

Menurutnya, kini yang utama adalah melakukan pencarian satu santri yang belum berhasil ditemukan. Posko pun telah didirikan guna memantau kondisi. Selain itu, tim penyelam dari SAR Kebumen ikut membantu proses pencarian.
Pengurus Bagian Tata Usaha Ponpes Al Lulu Wal Marjan Rahmat Hartanto menyebutkan, saat itu sedang ada pembelajaran Bahasa Arab mengenai alam. Pembelajaran secara langsung turun ke alam memang sering dilakukan. Hal ini dilakukan untuk mengimbangi proses pembelajaran di kelas.

Agar para santri tidak jenuh belajar di kelas. Bisa sekalian refreshing, jelasnya. Rahmat menyebutkan, wali kelas sudah memperingatkan, namun para santri tidak mengindahkan aturan yang ditetapkan. (cr1/laz)

Artikel Asli