Proteksi Vaksin Covid-19 Menurun Booster Penting Untuk Cegah Kepatil Omicron

Nasional | rm.id | Published at Kamis, 06 Januari 2022 - 06:38
Proteksi Vaksin Covid-19 Menurun Booster Penting Untuk Cegah Kepatil Omicron

Warga Ibu Kota tidak perlu ragu melakukan vaksinasi booster Covid-19. Sebab, tambahan perlindungan vaksin dibutuhkan untuk mencegah tertular varian Omicron. Apalagi, proteksi vaksin dosis satu dan dua sudah mulai menurun.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menunggu keputusan Pemerintah Pusat untuk memberikan vaksinasi booster bagi warga Ibu Kota. Jakarta sudah memenuhi kriteria untuk memberikan vaksin booster. Berdasarkan aturan, Pemerintah Daerah (Pemda) boleh memberikan booster jika 70 persen warganya yang berusia 18 tahun ke atas sudah menerima suntikan dosis pertama, dan 60 persen suntikan dosis kedua.

Realisasi vaksin dosis satu dan dua di Jakarta sudah mencapai 143 persen. Untuk vaksinasi pertama sekitar 12 juta orang. Dan, vaksinasi kedua sekitar 9,5 juta orang.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit P2P Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta, Dwi Oktavia mengatakan, pemberian vaksin booster di Ibu Kota masih menunggu keputusan Pemerintah Pusat.

Kami tidak bisa mendahului. Infonya tanggal 12 Januari. Tapi secara teknis belum tahu kelompok mana dulu nanti yang akan menerima vaksin, ujar Dwi, di Jakarta, Selasa (4/1).

Dinkes juga belum mengetahui dosis vaksinasi Covid-19 yang tersedia dan mekanisme penyuntikan vaksinasi.

Menurut Dwi, pihaknya hanya baru mengusulkan skenario pelaksanaan dan titik sentra kegiatan vaksinasi booster.

Prinsipnya skenario pemberian vaksin booster sesuai petunjuk Kementerian Kesehatan (Kemenkes), terangnya.

Dwi mengungkapkan, sekitar 71.000 tenaga medis di Jakarta sudah mendapatkan vaksin booster. Mereka sangat siap terlibat membantu kegiatan vaksinasi booster kepada warga.

Soal gratis atau tidak, kami juga belum tahu. Siapa yang akan dapat booster gratis, siapa yang harus bayar, belum tahu skemanya, katanya.

Sebelumnya, Kemenkes menargetkan program booster vaksin Covid-19 atau penyuntikkan vaksin dosis ketiga mulai dilakukan 12 Januari 2022.

Sampai sekarang ada 244 Kabupaten/Kota yang sudah memenuhi kriteria tersebut, kata Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin, Senin (3/1).

Dijelaskannya, vaksinasi booster ditujukan untuk warga yang sudah menerima vaksin dosis kedua di atas enam bulan.

Kami identifikasi ada sekitar 21 juta sasaran di bulan Januari yang sudah masuk ke kategori itu, imbuh Budi.

Menurut Budi, untuk merealisasikan vaksin booster dibutuhkan 230 juta dosis. Saat ini, Pemerintah telah menyiapkan sekitar 113 juta dosis dari total kebutuhan.

Terkait jenis vaksin Covid-19, lanjutnya, Pemerintah akan mengambil keputusan setelah mendapatkan rekomendasi dari Indonesian Technical Advisory Group on Immunization (ITAGI).

Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kemenkes Siti Nadia Tarmizi menerangkan, Pemerintah belum menetapkan tarif vaksinasi booster untuk penerima berbayar.

Pemerintah memprioritaskan vaksinasi booster bagi tenaga kesehatan, warga lanjut usia, peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI), dan kelompok komorbid dengan immunocompromised . Untuk vaksinasi non-program Pemerintah atau mandiri dapat dibiayai perorangan atau badan usaha dan dilakukan di Rumah Sakit (RS) Badan Usaha Milik Negara (BUMD), RS swasta, maupun klinik swasta

Proteksi Turun

Epidemiolog Griffith University, Dicky Budiman mengatakan, semua masyarakat pada saatnya harus mendapatkan vaksinasi booster. Kebutuhan itu tidak dapat dihindari menyusul adanya varian Omicron.

Karena fakta sains menunjukkan, bahwa menghadapi Omicron ini dua dosis saja tidak cukup. Apalagi ada penurunan proteksi vaksin setelah 7 bulan pasca vaksin, ujarnya.

Dicky berharap, vaksin booster diutamakan untuk kelompok berisiko. Ia juga berharap, Pemberian vaksin untuk kelompok masyarakat miskin digratiskan.

Masyarakat miskin ini harus ditanggung oleh Pemerintah melalui mekanisme BPJS Kesehatan. Karena mereka tidak memiliki kemampuan untuk membayar dan jumlahnya banyak, ungkapnya. [OSP]

Artikel Asli