2022, Parpol Sudah Harus Kencangkan Mesin Menuju 2024

Nasional | bukamatanews | Published at Kamis, 06 Januari 2022 - 06:19
2022, Parpol Sudah Harus Kencangkan Mesin Menuju 2024

MAKASSAR, BUKAMATA -- Tahun 2022 dianggap sebagai tahun politik menuju kontestasi Pemilu serentak 2024.

Bagaimana tidak, di tahun 2022 ini pendaftaran partai politik sebagai peserta Pemilu sudah dimulai pada April mendatang.

Di samping itu, gerakan partai politik (Parpol) dan figur Pemilu 2024 sudah mulai kelihatan. Di tahun ini pula atmosfer politik sudah mulai terasa.

Tasrifin Tahara selaku pakar Antropologi Politik Universitas Hasanuddin mengatakan, tahun 2022 adalah tahun politik meskipun puncak di rahun 2024 nanti. Karena tahun 2022, parpol bakal sibuk untuk memanaskan mesin politik dan memulai start menuju 2024.

"Menurut saya ini suhu politik terhangat karena untuk menuju 2024 para kontestan sudah harus memobilisasi diri agar bisa diterima sebagai kontestan yang siap bertarung," ujarnya.

Tahun 2024 nanti, sambung dia, parpol dan para kandidat akan membutuhkan energi yang besar untuk berkontestasi. Olehnya itu persiapan di 2022 sudah harus dilakukan. Nanti akan terlihat siapa kontestan yang siap dan siapa kontestan yang kapitalnya kurang dalam bertarung.

Tasrifin Tahara mengatakan, para kontestan sudah harus bersosialisasi agar bisa diterima di berbagai lembaga-lembaga yang memiliki basis massa yang cukup signifikan.

Sehingga tidak heran semua ormas-ormas yang memiliki basis sudah bukan hal tidak mungkin akan dikunjungi atau mendaptasikan dirinya sebagai bagian dari ormas besar tersebut.

"Selain itu, hal yang paling penting adalah kontestan harus membangun komunikasi dengan infrastruktur politik seperti partai politik sebagai kenderaan politik dalam berkontestasi," jelasnya.

Yang juga harus dicatat, kata Tasrifin Tahara, tahun 2022 ini infrastruktur lain seperti KPU dan Bawaslu pada level pusat juga terpilih.

Tidak hanya itu, beberapa kepala daerah berakhir masa jabatannya dan tergantikan oleh sejumlah penjabat yang mengkondisikan wilayah menuju perhelatan di tahun 2024.

"Inilah yang menyebabkan sejumlah peristiwa yang terjadi di tahun 2022 menjadi gambaran arah politik di 2024 yang merupakan sebuah proses politik saat ini," pungkasnya.(*)

Artikel Asli