Pangkalan Militer AS jadi Episentrum Varian Omicron, Jepang Marah

Nasional | jawapos | Published at Kamis, 06 Januari 2022 - 05:49
Pangkalan Militer AS jadi Episentrum Varian Omicron, Jepang Marah

JawaPos.com Pemerintah Prefektur Okinawa marah kepada Amerika Serikat karena sudah memicu gelombang kasus Covid-19 di tengah meluasnya varian Omicron. Sebab wilayah itu menjadi pusat gelombang varian Omicron dengan kasus lebih dari 2 kali lipat pada Rabu (5/1) dari hari sebelumnya. Alhasil para pejabat ingin memberlakukan kembali pembatasan pergerakan yang dicabut pada akhir September tahun lalu.

Infeksi baru di selatan melonjak menjadi sekitar 600 dari 225 pada Selasa, kata seorang pejabat Okinawa.

Di seluruh Jepang, varian Omicron menyebar, dengan sekitar 295 kasus penularan komunitas tercatat pada Senin (3/1). Sekitar 3 dari 10 kasus, atau 88 kasus, dilaporkan di Okinawa, yang berpenduduk 1,5 juta jiwa.

Kemarahan muncul terhadap personel militer AS di pangkalan militer di sana sebagian dituding sebagai biang kerok atas lonjakan baru infeksi. Ada 164 kasus baru yang terkait dengan pangkalan militer pada Selasa (4/1). Hal itu menjadikan penghitungan dari wabah terbaru menjadi sekitar 1.000 infeksi di antara anggota layanan dan tanggungan di sembilan pangkalan di seluruh prefektur.

Gubernur Okinawa Denny Tamaki telah mengajukan permintaan kepada militer AS agar personel mereka dikarantina di pangkalan mereka sampai wabah dapat dikendalikan lagi. Pihak berwenang AS telah membantah dan mengklaim bahwa mereka membuat kemajuan dalam mengatasi wabah tetapi menolak untuk membatasi pergerakan pasukan.

Saya marah karena peningkatan tajam dalam kasus di antara personel militer AS menunjukkan bahwa manajemen mereka tidak memadai, kata Tamaki pada konferensi pers.

Saya mendesak pemerintah Jepang dan AS untuk waspada terkait penyebaran Covid-19 di Okinawa disebabkan oleh masalah sistemik, tambahnya.

Pakar kesehatan Okinawa dijadwalkan bertemu untuk menentukan apakah akan meminta pemerintah pusat memberlakukan tindakan mendesak.Masafumi Chinen, yang tinggal di dekat Stasiun Udara Futenma Korps Marinir AS, mengatakan dia mengkhawatirkan masyarakat.

Apa yang membuat saya benar-benar marah adalah ketika saya melihat personel AS tak mengenakan masker atau mengambil tindakan pencegahan apa pun, kata Chinen, asisten perawat berusia 45 tahun.

Tidak semuanya, tentu saja. Tetapi saya akan mengatakan bahwa sekitar setengah dari orang-orang pangkalan yang saya lihat tidak mengenakan masker. Warga marah melihat hal seperti itu karena memakai masker sangat mudah, tegasnya.

Langkah-langkah baru sudah dilakukan mencakup lebih banyak pengujian dan perawatan lebih awal. Sementara suntikan booster sedang diluncurkan di antara petugas kesehatan, orang tua dan mereka yang memiliki kondisi kesehatan yang mendasarinya.

Artikel Asli