Temuan Survei Banyak Siswa Mempercayai Hoax Seputar Pandemi Covid-19

Nasional | jawapos | Published at Kamis, 06 Januari 2022 - 04:45
Temuan Survei Banyak Siswa Mempercayai Hoax Seputar Pandemi Covid-19

JawaPos.com Hasil survei yang dilakukan Pusat Pengkajian Islam dan Masyarakat (PPIM) UIN Syarif Hidayatullah membuka kondisi yang mengkhawatirkan. Yaitu banyak siswa yang mempercayai hoax seputar pandemi Covid-19. Kondisi ini berkorelasi dengan kurangnya kedisiplinan siswa menjalankan protokol kesehatan.

Survei yang digarap PPIM UIN Syarif Hidayatullah dengan dukungan United Nations Development Programme (UNDP) itu dilakukan pada rentang 1 September sampai 7 Oktober 2021. Dengan jumlah sampel akhir sebanyak 2.358 siswa yang tersebar di 34 provinsi. Survei ini memiliki margin of error 2,02 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen.

Diantara materi surveinya adalah tingkat kepercayaan siswa terhadap berita-berita hoax seputar Covid-19. Hasilnya 31,5 persen responden percaya bahwa RS meng-covid-kan pasien untuk mendapatkan dana dari pemerintah. Kemudian 20,5 persen responden percaya Covid-19 hanyalah flu biasa dan dinyatakan berbahaya untuk keuntungan pihak tertentu. Lalu 20,5 persen siswa percaya Covid-19 adalah senjata biologi negara maju untuk melemahkan negara berkembang.

Direktur Eksekutif PPIM UIN Syarif Hidayatullah Prof Ismatu Ropi mengatakan survei tersebut menemukan korelasi antara kepercayaan terhadap hoax soal Covid-19 dengan kepatuhan para siswa menerapkan protokol kesehatan. Hasil survei tersebut menunjukkan bahwa respon kesehatan dalam menghadapi pandemi Covid-19 di kalangan siswa masih perlu ditingkatkan.

Temuannya adalah sekitar 21,1 persen responden belum konsisten menggunakan masker. Kemudian 41,2 persen responden masih abai terhadap anjuran mencuci tangan. Lalu yang paling mengkhawatirkan ada 64,8 persen responden yang masih abai terhadap himbauan menghindari kerumunan. Padahal kerumunan merupakan salah satu resiko penularan Covid-19. Selain itu 41,4 persen responden mengaku masih kesulitan untuk menerapkan jaga jarak.

Melalui survei ini, kita ingin mendapatkan gambaran secara umum dan komprehensif pandangan siswa dengan latar belakang agama mereka, katanya. Dia mengatakan dalam survei tersebut, mereka membuka ruang untuk seluruh agama. Menurut Ismatu selama ini data soal keterkaitan agama dengan pandemi Covid-19 masih sangat kurang.

Dari hasil survei ini, salah satu rekomendasinya adalah pentingnya peran tokoh agama. Para tokoh agama ini diharapkan bisa lebih berperan untuk menjauhkan anak-anak atau siswa dari kabar hoax soal Covid-19. Sehingga seluruh lapisan masyarakat, termasuk para siswa, bisa bersama-sama untuk berkontribusi mengatasi pandemi Covid-19.

Artikel Asli