Anggota DPRD Desak Pemkot Siapkan PTM 100 Persen

Nasional | radartegal | Published at Kamis, 06 Januari 2022 - 03:30
Anggota DPRD Desak Pemkot Siapkan PTM 100 Persen

Kebijakan Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) untuk memulai pembelajaran tatap muka (PTM) 100 persen Januari ini didukung DPRD Kota Magelang.

Kalangan legislator menilai, PTM mesti dilakukan, karena situasi pendidikan saat ini berada dalam kondisi mengkhawatirkan. Penyebabnya, lantaran selama dua tahun para siswa terkurung di dalam rumah.

"Nggak cuma anak-anak yang stress, orangtua juga sudah stress kalau terus-terusan tidak sekolah, belajar lewat daring," ujar Anggota Komisi C DPRD Kota Magelang, Muh Harjadi, kepada wartawan, Rabu (5/1).

Seringkali dia mendapat keluhan para orangtua, terutama ibu-ibu, jika kondisi anak-anak mereka sudah mengalami kemunduran kapasitas. Dia membandingkan kemampuan literasi murid kelas 1 sekolah dasar (SD) sebelum pandemi yang sudah pandai membaca, menulis, dan berhitung.

"Tapi saat pandemi sekarang, bahkan kelas V SD membaca saja dieja, apalagi berhitung, itu lebih susah lagi. Saya khawatir, kalau terus-terusan dibatasi, kemampuan anak-anak kita akan menurun," tutur politisi Partai Golkar itu.

Fenomena kemunduran kemampuan ini terjadi hampir di semua level sekolah dan seluruh jenjang pendidikan. Menurutnya, situasi ini tidak bisa terus dibiarkan. Pemkot Magelang, kata dia, harus berani mengambil risiko.

"Jadi saya mendukung SKB 4 Menteri dan Kemendikbud untuk menggelar PTM 100 persen di Kota Magelang. Risiko memang ada, tapi dibanding kualitas pendidikan kita yang menurun, saya kira kita harus lebih berani," ujarnya.

Terlebih, katanya, fasilitas maupun sarana dan prasarana penunjang disiplin protokol kesehatan di seluruh sekolah di Kota Magelang sudah lengkap. Mulai dari wastafel cuci tangan dengan sabun, mekanisme menjaga jarak, pengenaan masker, dan lainnya.

"Terus alasan kekhawatiran apalagi yang ditakuti Pemkot Magelang. Kalau mau waspada Omicron saya kira itu tugas semua masyarakat, bukan jadi tanggung jawab siswa dan guru sekolah saja," katanya.

Meski demikian, dia meminta agar sekolah meminta pertimbangan dari dewan pendidikan, komite sekolah, orangtua siswa, hingga para siswa itu sendiri sebelum merealisasikan PTM 100 persen. Hasil dari dialog itu, menurutnya, bisa menambah kepercayaan diri dan keberanian sekolah menggelar PTM total.

Hal senada juga diutarakan Anggota Komisi C DPRD Kota Magelang, Waluyo. Politisi Partai Demokrat tersebut menjelaskan, yang terpenting adalah penerapan dan pengawasan disiplin protokol kesehatan pencegahan Covid-19 di sekolah.

"Segala sesuatu yang sudah direncanakan pemerintah pusat ini sudah pasti dengan pertimbangan matang. Apalagi Kota Magelang capaian vaksinasi sudah memenuhi syarat. Lalu status PPKM juga sudah level 1, kok tidak berani PTM 100 persen kan aneh," imbuhnya.

Dia mendesak, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Magelang segera menyiapkan formula PTM 100 persen bulan ini. Termasuk ketentuan teknis di dalamnya.

"Misal PTM 100 persen tapi jam pelajaran yang dikurangi atau tetap. Jangan kebalik, PTM 50 persen jam pelajarannya yang justru ditambah," jelasnya.

Waluyo meyakini kebijakan Kemendikbud Ristek tersebut merupakan hasil dari kajian matang dari sisi akademis dan kesehatan. Dia menilaikondisi penanganan pandemi di Kota Magelang juga relatif melandai.

Utamanya dengan tingkat vaksinasi yang terus meningkat hari ke hari, meski memang ada ancaman varian baru Omicron. Untuk itu, dia mengingatkan, agar protokol kesehatan harus tetap diterapkan selama PTM 100 persen dilaksanakan.

"Kami merasa bahwa protokol kesehatan harus tetap dilaksanakan. Pemakaian masker, cuci tangan, dan menjaga jarak harus tetap dijalankan di tiap satuan penyelenggara pendidikan," ujar Waluyo. (wid/zul)

Artikel Asli