Kenaikan NTP Belum Dinikmati Para Petani secara Penuh

Nasional | koran-jakarta.com | Published at Kamis, 06 Januari 2022 - 00:00
Kenaikan NTP Belum Dinikmati Para Petani secara Penuh

JAKARTA - Tren kenaikan nilai tukar petani (NTP) belum sepenuhnya dinikmati para petani lantaran baru terjadi di sebagian subsektor pertanian dan ada disparitas harga di tingkat petani dan konsumen. Kenaikan di masing-masing subsektor NTP merupakan dampak dari momen akhir tahun dan kondisi cuaca saat ini.

"Tahun ini, kenaikan terlihat signifikan mengingat curah hujan yang cukup tinggi berdampak pada produksi petani. Bahkan, kita lihat di beberapa wilayah Indonesia terjadi bencana banjir karena curah hujan yang cukup tinggi," kata Sekretaris Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) Serikat Petani Indonesia (SPI), Agus Ruli Ardiansyah, dalam keterangan tertulisnya, di Jakarta, Rabu (5/1).

Badan Pusat Statistik (BPS) merilis NTP nasional pada Desember 2021 sebesar 108,34 atau naik 1,08 persen dibandingkan bulan sebelumnya yakni 107,18. Kenaikan NTP nasional disebabkan Indeks Harga yang Diterima oleh Petani (lt) naik sebesar 1,72 persen lebih tinggi dibanding kenaikan Indeks Harga yang Dibayar Petani (lb) sebesar 0,63 persen.

Kenaikan NTP nasional tersebut ditopang oleh subsektor-subsektor NTP yang menunjukkan tren positif pada Desember 2021. Kenaikan subsektor NTP yang paling signifikan terjadi di subsektor hortikultura (6,38 persen), perkebunan rakyat (0,91 persen), dan perikanan (0,76 persen), lalu diikuti subsektor tanaman pangan (0,40 persen).

Cukup Signifikan

Lebih jauh, Agus mengatakan kenaikan pada subsektor hortikultura cukup signifikan disebabkan naiknya lt pada dua kelompok, yakni sayur-sayuran khususnya cabai rawit dan bawang merah (9,65 persen) dan kelompok buah-buahan (0,01 persen).

Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Mercu Buana Yogyakarta, Awan Santosa, berharap pemerintah perlu melakukan banyak perbaikan agar mendorong kenaikan NTP sehingga bisa menyentuh level ideal di atas angka 120

Kenaikan NTP tahun lalu, kata dia, memang belum merata karena lebih banyak dibantu oleh subsektor perkebunan. Sementara subsektor lainnya seperti hortikultura, tanaman pangan, serta peternakan belum stabil. Sektor hortikultura baru meningkat di akhir tahun karena meningkatnya permintaan.

Artikel Asli