Loading...
Loading…
Dinas LH DKI Sebut Kualitas Udara Jakarta Terus Membaik

Dinas LH DKI Sebut Kualitas Udara Jakarta Terus Membaik

Nasional | rm.id | Kamis, 30 Desember 2021 - 20:45

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mengungkapkan kualitas udara Jakarta sejak 2012 hingga 2021 terus membaik secara signifikan.

Kepala Bidang Pengendalian Dampak Lingkungan pada Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta Yusiono Anwar menyebutkan, Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) DKI Jakarta sepanjang Januari-Desember 2021, tidak mengalami kondisi sangat tidak sehat. Tahun 2021 kondisi pencemaran udara kategori sedang 218 hari, tidak sehat 138 hari dan baik enam hari.

"Dalam pemantauan yang kami lakukan terhadap berbagai parameter dariJanuari - Desember 2021 ini dominasinya adalah di warna biru, yaitu kondisinya sedang. Artinya aman untuk melakukan aktivitas di luar ruangan," ujarYusiono saat diskusi virtual "Tekan Emisi, Jakarta Bebas Polusi" yang diselenggarakan oleh Balkoters Talk, Kamis (30/12).

Menurutnya kondisi sedang ini masih lebih rendah dibanding pada 2020 dengan 244 hari pencemaran kategori sedang, 90 hari kategori tidak sehat, 29 hari kondisi baik. Ada tiga hari kondisi pencemaran sangat tidak sehat. Namun trennya menurun dari tahun ke tahun untuk hari yang tidak sehat dan sangat tidak sehat.

Untuk sumber utama pencemaran udara, dijelaskan Yusiono, bersumber dari transportasi.

Sementara untuk perbaikan kualitas udara, kata Yusiono, didukung dengan terbitnya Perda 2 Tahun 2005 tentang Pengendalian Kualitas Udara, Pergub 12 Tahun 2016 tentang Hari Bebas Kendaraan Bermotor, Ingub 66 Tahun 2019 tentang Pengendalian Kualitas Udara hingga Pergub 66 Tahun 2020 tentang Uji Emisi Gas Buang Kendaraan Bermotor.

Nirwono Yoga, Direktur Eksekutif Pusat Studi Perkotaan menyambut baik tren membaiknya kualitas udara di Jakarta. Namun dia menekankan Jakarta perlu memiliki peta jalan (road map) dan rencana induk untuk membuat ibu kota bebas dari polusi.

Dengan roadmap ini bisa tergambar bagaimana kondisi Jakarta dalam 10 tahun ke depan. Kata Nirwono, dengan sudah diketahuinya jika transportasi menjadi sumber utama emisi, maka harus fokus penanganan emisi dari transportasi.

Kita fokus dulu, misalnya untuk 10 tahun ke depan, mengembangkan transportasi yang menjadi sumber polutan. Kita optimalkan penanganannya, jelas Nirwono.

Selain itu, kata Nirwono, fokus pada tugas Pemprov DKI. Pertama, menata kawasan pusat kota dan kawasan terpadu transportasi untuk dibangun, dikembangkan atau diremajakan.

Kedua, menyediakan insfratuktur pejalan kaki dan segala macamnya dalam upaya menekan emisi. Lalu, keterlibatan masyarakat. Untuk medorong peralihan gaya hidup.

Bagaimana cara kita mendorong masyarakat agar lebih memilih transportasi ramah lingkungan. Seperti bersepeda atau berjalan kaki, misalnya," ujarnya. [ DRS ]

Original Source

Topik Menarik

{
{
{
{
{
{
{