ACT Solo Bantu Pembangunan Masjid Jannatul Firdaus Klaten

Nasional | republika | Published at Selasa, 28 Desember 2021 - 14:48
ACT Solo Bantu Pembangunan Masjid Jannatul Firdaus Klaten

REPUBLIKA.CO.ID, SOLO -- Aksi Cepat Tanggap (ACT) Solo membantu percepatan pembangunan Masjid Jannatul Firdaus yang terletak di RT 04/RW 12 Padukuhan Ngasem, Desa Kerakitan, Kecamatan Bayat, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Bantuan tahap pertama yang disalurkan sebesar Rp 30 juta.

Saat ini, pembangunan masjid dalam tahap penyelesaian akhir ( finishing ). Sebelumnya, masjid itu sempat mengalami kemandekan dalam pembangunan karena faktor kekurangan biaya. Mendengar informasi tersebut, ACT Solo langsung ikut berkontribusi dalam percepatan pembangunan Masjid Jannatul Firdaus agar segera dimanfaatkan untuk beribadah warga sekitar.

Salah satu warga, Wakid Wibowo menceritakan, awalnya masjid terdekat dari Padukuhan Ngasem terletak di Padukuhan Kalimosodo yang jaraknya sejauh 500 meter. Sebagian warga tidak kuat berjalan jauh ke masjid tersebut karena sudah sepuh.

Sehingga masyarakat gotong royong membangun masjid di Desa Ngasem. "Masjid ini mulai dibangun dengan swadaya masyarakat dan semangat gotong royong. Tetapi ternyata biaya tidak mencukupi untuk pembangunan. Sehingga sebelum jadi seperti sekarang ini dan digunakan untuk jamaah shalat, bangunan sempat mangkrak cukup lama karena belum ada dana lagi saat itu," terang Wakid.

Kepala cabang ACT Solo, Muhammad Irfan menjelaskan, saat itu ACT Solo mendekar kabar mengenai kondisi Masjid Jannatul Firdaus yang mengalami kemangkrakan pembangunan. Kabar ini langsung direspons ACT Solo dengan melakukan asesmen untuk melihat kondisi masjid. Setelah itu, dilakukan kampanye digital melalu kanal crowdfunding internal solo.indonesiadermawan.id.

"Setelah kami lakukan kampanye secara digital, alhamdulillah respons dari masyarakat sangat baik sehingga ACT bisa memberikan kontribusi dana untuk penyelesaian pembangunan Masjid Jannatul Firdaus yang saat ini sudah bisa dimanfaatkan untuk beribadah shalat jamaah masyarakat," jelas Irfan.


Artikel Asli