CDC Pangkas Waktu Isolasi Jadi 5 Hari, Ini Alasannya

Nasional | republika | Published at Selasa, 28 Desember 2021 - 14:45
CDC Pangkas Waktu Isolasi Jadi 5 Hari, Ini Alasannya

REPUBLIKA.CO.ID,

Oleh: Santi Sopia

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) memangkas waktu isolasi bagi warga AS yang tertular virus Covid-19. Awalnya, isolasi wajib dilakukan selama 10 hari, dan kini diubah menjadi lima hari. CDC juga mempersingkat waktu karantina bagi yang melakukan kontak dekat.

CDC menyatakan, pedoman itu sesuai dengan bukti yang berkembang bahwa orang dengan virus corona paling menular dalam dua hari sebelum tiga hari setelah gejala berkembang. Keputusan itu juga didorong oleh lonjakan kasus Covid-19 baru-baru ini, terkait dengan varian omicron.

Penelitian awal menunjukkan omicron dapat menyebabkan penyakit yang lebih ringan daripada varian virus corona sebelumnya. Tetapi banyaknya orang yang terinfeksi dan karena it harus mengisolasi atau karantina, itu mengancam stabilitas rumah sakit, maskapai penerbangan dan bisnis lainnya, menurut para ahli.

Direktur CDC Rochelle Walensky mengatakan AS akan melihat lebih banyak kasus omicron. "Tidak semua kasus itu akan menjadi parah. Bahkan banyak yang tidak menunjukkan gejala," katanya kepada The Associated Press, dilansir Mail Online , Selasa (28/12).

CDC ingin memastikan ada mekanisme yang dapat terus menjaga masyarakat tetap beraktivitas dengan aman sambil mengikuti sains.

Pekan lalu, CDC melonggarkan aturan yang sebelumnya meminta pekerja perawatan kesehatan untuk tidak bekerja selama 10 hari jika mereka dinyatakan positif. Rekomendasi baru mengatakan pekerja dapat kembali bekerja setelah tujuh hari jika mereka dites negatif dan tidak memiliki gejala.

Saat ini, CDC menyatakan waktu isolasi dapat dipotong menjadi lima hari, atau bahkan lebih sedikit, jika terjadi kekurangan staf rumah sakit. CDC pun meringankan pedoman isolasi dan karantina untuk masyarakat umum jadi lebih pendek.

Pekan lalu, negara bagian New York mengatakan akan memperluas panduan CDC bagi petugas kesehatan untuk memasukkan karyawan yang memiliki pekerjaan penting dan menghadapi kekurangan staf yang signifikan. Ada kemungkinan negara bagian lain akan berusaha untuk mempersingkat kebijakan isolasi dan karantina. CDC pun mengambil keputusan selangkah di depan sebelum perubahan itu dilakukan masyarakat sendiri.

"Akan sangat membantu untuk memiliki pedoman CDC yang seragam" yang dapat diambil oleh orang lain, daripada campuran kebijakan, kata Walensky.

Panduan CDC tentang isolasi dan karantina tampaknya membingungkan publik. Rekomendasi baru terjadi pada saat lebih banyak orang dites positif untuk pertama kalinya dan mencari panduan, menurut Lindsay Wiley, American University public health law expert. Namun demikian, panduan terus menjadi kompleks.

Menangguhkan isolasi dan karantina setelah lima hari bukan tanpa risiko. Ketika orang terinfeksi, risiko penyebaran turun secara substansial setelah lima hari. Tetapi tidak hilang untuk semua orang, kata Dr Aaron Glatt, seorang dokter yang merupakan juru bicara Infectious Diseases Society of America.

Artikel Asli