Polri Amankan 2 Tersangka Perekrut 60 Pekerja Migran Ilegal ke Malaysia

Nasional | limapagi.id | Published at Selasa, 28 Desember 2021 - 13:55
Polri Amankan 2 Tersangka Perekrut 60 Pekerja Migran Ilegal ke Malaysia

LIMAPAGI - Polri terus menyelidiki kasus dugaan pidana penyelundupan 60 pekerja migran ilegal (PMI) penumpang kapal yang tenggelam di perairan Tanjung Balau, Kota Tinggi, Johor, Malaysia, beberapa waktu lalu.

Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri Kombes Pol Ahmad Ramadhan mengatakan, sejauh ini Polri telah mengamankan dua orang tersangka yang berperan sebagai perekrut pekerja migran ilegal itu.

"Polri sudah mengamankan dua orang yang diduga sebagai pelaku tindak pidana perlindungan Pekerja Migran Indonesia, yang merekrut pekerja TKI tersebut. Yang mana, para TKI ini menaiki kapal boat dan mengalami kecelakaan," kata Ramadhan, dalam keterangannya, Selasa, 28 Desember 2021.

Ramadhan menyebut, salah satu tersangka yang diamankan yakni berinisial JI, warga asal Kelurahan Baru Besar, Batam. Dari hasil penyelidikan, JI merekrut sebanyak lima pekerja migran ilegal. Empat dari lima pekerja itu meninggal dunia dalam kecelakaan kapal tenggelam.

Selanjutnya, tersangka kedua yakni berinisial AS yang merekrut empat pekerja migran ilegal masing-masing berinisial KAK, F, NIS dan M. Diketahui, F dan NIS tewas dalam insiden tersebut.

"Jadi, sampai dengan saat ini ada dua tersangka yang diamankan penyidik dan masih dalam proses pendalaman, masih didalami sejauh mana perekrutan secara ilegal bekerja di Indonesia yang dipekerjakan secara ilegal ke luar negeri," jelasnya.

Dari tersangka JI diamankan lima lembar tiket pesawat Lion Air Jakarta-Batam, satu unit ponsel, satu buku rekening atas nama bersangkutan serta sepeda motor.

Sedangkan dari tersangka AS, diamankan satu unit ponsel, buku rekening atas nama istri tersangka, serta satu unit kendaraan roda empat.

Ramadhan menegaskan, kedua pelaku melanggar Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2017 tentang Perlindungan Pekerja Migran Indonesia, dengan ancaman hukuman 10 tahun dan denda paling banyak Rp15 miliar.

Sebelumnya, peristiwa kecelakaan di perairan mengangkut warga Indonesia, pekerja migran terjadi di perairan Tanjung Balau, Kota Tinggi, Johor, Malaysia, pada Rabu, 15 Desember 2021.

Kapal tersebut diduga membawa 50 warga negara Indonesia. Sebanyak 21 orang ditemukan meninggal dunia dan 14 orang selamat.

Artikel Asli