Perubahan Jadwal Turnamen Pengaruhi Performa Ganda Campuran Indonesia

Nasional | jawapos | Published at Selasa, 28 Desember 2021 - 13:43
Perubahan Jadwal Turnamen Pengaruhi Performa Ganda Campuran Indonesia

JawaPos.com- Indonesia sebetulnya punya kekuatan di sektor ganda campuran. Namun, tahun ini kekuatan itu meredup. Hanya satu gelar yang bisa diraih sepanjang 2021.

Selain krisis gelar, situasi yang dihadapi ganda campuran sepanjang 2021 semakin runyam di Olimpiade Tokyo 2020. Di ajang multievent empat tahunan tersebut, Indonesia tak hanya gagal mempertahankan medali emas yang diraih pada Olimpiade Rio 2016.

Namun, Indonesia juga hanya mengirimkan satu wakil, Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti.

Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja tidak lolos ke Olimpiade Tokyo 2020. Mereka menempati posisi kesembilan kualifikasi Race to Tokyo. Posisinya juga melorot ke ranking ke-11 dunia. Padahal, mereka masih menempati ranking ke-8 Januari lalu.

Dari delapan turnamen, HafGlo maksimal hanya mampu mencapai babak perempat final. Selain itu, mereka tidak menembus skuad Piala Sudirman 2021. Nah, satu-satunya gelar dipersembahkan Rinov Rivaldy/Pitha Haningtyas Mentari di Spain Masters 300.

Sebenarnya, Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti masih bisa diharapkan untuk bersinar pada 2021. Mereka berhasil menembus final Thailand Open I pada Januari lalu. Sayang, raihan tersebut tidak bisa dipertahankan.

Dalam sembilan turnamen, PraMel hanya dua kali lolos final, sekali semifinal, dua kali perempat final, dan sisanya tidak lebih dari babak 16 besar. Ranking mereka turun satu setrip ke posisi lima besar.

Rinov/Pitha pun diharapkan bisa menjadi pelapis. Secara ranking memang tidak banyak berubah. Mereka tetap menempati urutan ke-22 dunia. Tetapi, Rinov/Pitha sempat naik ke ranking ke-20 pada November lalu selama dua pekan. Hanya, mereka tergeser lagi karena tidak mengikuti turnamen pada akhir tahun.

Capaian 2021 memang tidak bagus untuk kami. Kami hanya juara di level super 300. Perkembangan pemain pelapis pun belum kelihatan. Cuma Rinov/Pitha yang agak lumayan, kata pelatih ganda campuran Nova Widianto kepada Jawa Pos.

Nova menambahkan, faktor berubahnya jadwal turnamen juga memengaruhi buruknya capaian ganda campuran tahun ini. Seperti pada All England 2021.

Tim Indonesia terpaksa didiskualifikasi karena terkena aturan karantina di Inggris. Selain itu, banyak pertandingan dibatalkan sampai PBSI memutuskan menarik diri dari Kejuaraan Dunia 2021. Para pemain pun kehilangan banyak poin.

Untuk rencana tahun depan, Nova belum bisa memastikan. Termasuk apakah ingin merombak skuad ganda campuran. Kalau rencana perombakan pasangan dekat-dekat ini belum ada. Kami masih meliburkan pemain sampai Januari. Lihat perkembangan saja, ujarnya.

Hal ini tidak lepas dari capaian buruk skuad utama. PraMel, misalnya. Selama Indonesia Badminton Festival (IBF) 2021, mereka tidak meraih hasil maksimal. Lalu, ada ancaman degradasi untuk HafGlo.

PP PBSI sendiri akan melakukan seleksi nasional pada 10-15 Januari mendatang. Saya belum bisa bicara soal siapa yang promosi dan siapa yang degradasi. Nanti keputusannya masih menunggu seleknas hasilnya akan seperti apa, ungkap peraih perak Olimpiade Beijing 2008 itu.

Artikel Asli