Bisa Tenang karena Ganda Putra Pelapis Semakin Matang

Nasional | jawapos | Published at Selasa, 28 Desember 2021 - 13:37
Bisa Tenang karena Ganda Putra Pelapis Semakin Matang

JawaPos.com- Ganda putra memiliki stok pemain melimpah dengan kualitas yang hampir merata. Hingga akhir 2021 ini, ada enam pasang pemain yang masuk 30 besar ranking dunia.

Ranking pertama dunia di sektor ganda putra masih ditempati Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo. Ranking itu tak pernah bergeser sejak 2017. Pada 2022 nanti, peringkat pertama ganda putra tersebut diprediksi makin kukuh.

Tim pelatih pun tak perlu risau menyiapkan regenerasi di sektor itu. Pasalnya, para ganda pelapis mulai kompetitif sepanjang 2021 ini. Tiga ganda pelapis bahkan sudah berhasil menembus posisi 30 besar.

Dari sekian pelapis, saat ini peringkat terbawah ditempati Sabar Karyaman Gutama/M. Reza Pahlevi Isfahani. Mereka berada di peringkat ke-92.

Tiga pasang pemain pelapis mengalami kenaikan ranking sangat pesat pada 2021. Pramudya Kusumawardhana/Yeremia Erich Yoche Yacob Rambitan saat ini berada di peringkat ke-22 dunia.

Mereka sebelumnya nangkring di peringkat ke-54. Sukses merajai Spain Masters 2021 dan Belgian International 2021 lah yang mendongkrak posisi Pram/Yere.

Di bawahnya, ada Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin yang menduduki peringkat ke-28. Sebelumnya, mereka berada di peringkat ke-44. Leo/Daniel mengawali 2021 dengan menembus semifinal Thailand Open. Meski tidak meraih gelar individu, mereka berhasil masuk skuad Piala Thomas 2020 dan meraih juara.

Sementara itu, M. Shohibul Fikri/Bagas Maulana melesat ke peringkat ke-29 dari sebelumnya ke-41. Mereka menjadi finalis Belgian International 2021 dan dua perempat final super series.

Meski tidak meraih gelar, Fikri/Bagas beberapa kali membuat kejutan. Di antaranya, mengalahkan Marcus/Kevin di Denmark Open 2021.

Penilaian yang paling bagus buat pemain pelapis. Grafik mereka terus naik itu bagus dan semakin mendekat pemain-pemain di atas. Perkembangan mereka selama tahun ini sangat sesuai dengan harapan, kata pelatih Herry Iman Pierngadi.

Pelatih berjuluk Naga Api itu berharap mereka bisa mempertahankan performa tersebut tahun depan. Untuk itu, mereka menargetkan bisa menembus peringkat 10 besar pada 2022.

Melihat performa mereka itu, berarti regenerasi sudah berjalan dengan baik. Soal tahun depan, pemain pelapis ini disiapkan naik sedikit demi sedikit, lanjutnya.

Soal pemain utama, Herry IP menilai Marcus/Kevin tidak terlalu dibebani target yang berat. Mereka sudah berada di puncak dan saatnya menikmati setiap pertandingan.

Justru saat ini yang perlu ditargetkan adalah para pemain pelapisnya. Kalau Minions (julukan Marcus/Kevin), lebih dijaga saja performanya, ujar Herry IP.

Jangan lupa, masih ada Fajar Alfian/M. Rian Ardianto yang menunjukkan performa terbaik di Piala Thomas 2020. Tetapi untuk kejuaraan individu, masih banyak hal yang perlu mereka perbaiki.

Fajar/Rian itu tinggal dimatangkan saja agar bisa stabil. Selama ini performa mereka kan masih naik turun, kata pelatih berusia 59 tahun itu.

Kevin pun merasa sangat puas dengan raihannya selama tahun ini. Memang dari segi jadwal pertandingan, mereka sangat lelah lantaran jadwal yang sangat padat, ditambah dengan sistem bubble.

Saya tidak memikirkan soal target. Yang penting, saya menjalani dan menikmati hidup saya serta hasil yang sudah saya dapatkan tersebut, kata pemain asal Banyuwangi itu.

Bagaimana M. Ahsan/Hendra Setiawan? Faktor usia tak bisa dilawan. Herry IP melihat performa The Daddies mulai menurun karena hal tersebut. Dengan usia segitu, wajar jika menurun. Tapi, mereka masih tetap ikut India Open 2022. Berarti mereka belum mau pensiun kan, imbuhnya.

Artikel Asli