Jelang Merger dengan Tri, Harga Saham Indosat Melesat Naik

Nasional | republika | Published at Selasa, 28 Desember 2021 - 13:25
Jelang Merger dengan Tri, Harga Saham Indosat Melesat Naik

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Saham PT Indosat Tbk mengalami kenaikan menjelang waktu efektif penggabungan usaha atau merger dengan PT Hutchison 3 Indonesia (H3I) atau Tri Indonesia. Berdasarkan keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), kedua perusahaan efektif bergabung pada 4 Januari 2022.

Saham emiten bersandi ISAT ini pun langsung terkerek naik sejak perdagangan kemarin, Senin (27/12). ISAT melesat ke posisi Rp 5.900 atau menguat 6,79 persen dan menghentikan rally pelemahan selama sembilan hari beruntun. Sementara hari ini, Selasa (28/12) ISAT kembali dibuka naik dan sempat menyentuh level Rp 6.025.

Sebelumnya, Ooredoo Q.P.S.C. (Ooredoo) dan CK Hutchison Holdings Limited (CK Hutchison) telah menandatangani perjanjian transaksi definitif pada 16 September 2021. Perusahaan hasil merger nantinya akan dinamai PT Indosat Ooredoo Hutchison Tbk (Indosat Ooredoo Hutchison).

Adapun rasio pertukaran yang disepakati setelah penggabungan usaha yakni pemegang saham Indosat akan memiliki 67,40 persen dari perusahaan penerima penggabungan. Sedangkan H3I akan memiliki 32,60 persen dari perusahaan hasil penggabungan.

"Rancangan penggabungan usaha telah disusun secara bersama-sama oleh direksi dari masing-masing perusahaan peserta penggabungan," tulis manajemen ISAT dalam keterbukaan informasi BEI dikutip Selasa (28/12).

Penggabungan Indosat Ooredoo dan H3I akan menyatukan dua bisnis yang saling melengkapi. Entitas ini akan menjadi perusahaan telekomunikasi seluler terbesar kedua di Indonesia dengan perkiraan pendapatan tahunan sekitar 3 miliar dolar AS atau setara Rp 42,9 triliun.

Kombinasi aset yang dimiliki kedua perusahaan memungkinkan perusahaan hasil merger untuk mendapatkan keuntungan dari sinergi biaya dan belanja modal atau capital expenditure (capex). Perusahaan memperkirakan rasio proses (run rate) tahunan sinergi sebelum pajak akan mencapai 300-400 juta dolar AS dalam tiga hingga lima tahun ke depan.

Artikel Asli