Menuai Manfaat Ekonomi dari Formula E Jakarta

Nasional | sindonews | Published at Selasa, 28 Desember 2021 - 13:05
Menuai Manfaat Ekonomi dari Formula E Jakarta

AJANG balap mobil Formula E akhirnya siap digelar di Jakarta pada tahun depan atau tepatnya pada 4 Juni 2022 . Kawasan Ancol menjadi tempat penyelenggaraan ajang balap jet darat listrik ini. Jakarta juga menjadi satu-satunya kota di Asia Tenggara yang menjadi tuan rumah Formula E musim depan. Rencana awal, balapan akan digelar pada Juni 2020 di Kawasan Monumen Nasional (Monas). Namun karena Covid-19 melanda dunia, termasuk Indonesia, akhirnya agenda balapan tersebut diundur ke tahun depan.

Ada beberapa hal yang membuat kawasan Ancol di Jakarta Utara terpilih sebagai lokasi penyelenggaraan balapan. Pertimbangannya antara lain ajang balap ini tidak akan mengganggu prasarana jalan umum. Kepentingan publik tidak terganggu. Ancol juga salah satu ikon Kota Jakarta yang sejak lama populer sebagai salah satu destinasi wisata favorit dan tentu alasan terpenting adalah tidak perlu lagi membangun sirkuit dari awal.

Formula E seri Indonesia tahun depan merupakan seri keenam di kalender balapan, yakni setelah Arab Saudi, Meksiko, Italia, Monaco, dan Jerman.

Formula E atau nama resminya ABB FIA Formula E World Championship adalah sebuah balap mobil kursi tunggal yang menggunakan mobil listrik. Kejuaraan ini pertama kali digagas pada 2011 oleh Presiden FIA Jean Todt dan Alejandro Agag yang juga merupakan pendiri dan CEO Formula E Holdings. Balapan pertamanya digelar di Beijing, China, pada September 2014 dan sejak 2020, Formula E berstatus kejuaraan dunia.

Untuk total kebutuhan anggaran penyelenggaraan Formula E di Indonesia dengan kontrak tiga tahun mencapai 36 juta poundsterling. Sejauh ini panitia sudah mengeluarkan biaya commitment fee sebesar kurang lebih 12 juta poundsterling per tahun. Nantinya terdapat 12 tim yang akan ikut serta dalam ajang yang juga bernama Jakarta E Prix 2022 ini. Seluruh tim tersebut masing-masing memiliki dua pembalap. Jadi totalnya akan ada 24 pembalap dari berbagai negara seperti Inggris, China, Amerika Serikat, Jerman, India, Monaco, Prancis.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan penyelenggaraan Formula E adalah bentuk kolaborasi Pemerintah Provinsi DKI dengan Ikatan Motor Indonesia (IMI) dan PT Jakarta Propertindo (Jakpro). IMI mendapatkan mandat memimpin pelaksanaan ajang balap mobil listrik internasional itu.

Pemprov DKI berharap ajang olahraga berskala internasional ini akan memberikan multiplier effect dari segi ekonomi dan dampak reputasional bahwa Indonesia khususnya Jakarta memiliki potensi bisnis. Juga dapat memberi efek finansial yang didapatkan oleh sejumlah perusahaan seperti Jakpro dan Jaya Ancol.

Penyelenggaraan balap mobil listrik ini diharapkan juga dapat mendukung program Jakarta Langit Biru yang diusung oleh pemerintah daerah. Ini selaras dengan Peraturan Presiden Nomor 55 Tahun 2019 tentang percepatan program kendaraan bermotor listrik berbasis baterai ( battery electric vehicle ) untuk menjadi transportasi jalan.

Banyak hal yang dapat dimanfaatkan dari perhelatan ajang balap mobil listrik ini. Salah satunya potensi jangka panjang di mana pemerintah mendorong proyek mobil listrik nasional dan pembangunan pabrik baterai di Cikarang. Adanya ajang balap internasional ini menjadi momen penting untuk mendorong penggunaan mobil listrik ke depannya.

Terpilih sebagai tuan rumah Formula E akan membawa Jakarta ke pentas dunia dan ikut serta dalam memperbaiki kualitas lingkungan. Selain itu diharapkan pula ada keuntungan ekonomi yang berlipat dalam penyelenggaraan balapan ini.

Tak tanggung-tanggung, asumsi pergerakan perekonomian selama balapan disebut tim Formula E mencapai 78 juta poundsterling atau senilai Rp1,4 triliun.

Sedikit pengalaman Singapura menjadi tuan rumah F1, Negeri Singa membutuhkan 135 juta dolar Singapura atau sekitar Rp1,3 triliun setiap tahun ketika memperpanjang kontrak kerja sama dengan F1 pada 2017 hingga 2021.

Di Singapura bisa dikatakan status sebagai tuan rumah menguntungkan sehingga mereka melanjutkan kerja sama dengan F1 sampai dua tahun ke depan.

Formula E yang menyatukan balapan dan hiburan terbukti ampuh dalam mendatangkan wisatawan dalam jumlah ratusan ribu orang. Ini tentunya yang perlu menjadi pertimbangan bagi penyelenggara di Indonesia. Bagaimana mengemas perhelatan besar ini sehingga bisa memberikan dampak ekonomi yang besar bagi perekonomian negara.

Menggelar lomba balap di tengah kondisi Covid-19 yang telah berlangsung hampir dua tahun tentu menjadi tantangan tersendiri. Dibutuhkan kerja sama dan kolaborasi berbagai pihak.

Kita berharap event ini tidak hanya membawa harum nama negara di mata internasional, tapi juga menjadi pemicu bangkitnya perekonomian, tidak hanya pada Jakarta selaku tuan rumah tapi juga untuk Indonesia.

Artikel Asli